Berita

Foto: Istimewa

Politik

BEM PTKI: Pancasila dan UUD 45 Terancam, HTI Harus Dibubarkan!

KAMIS, 04 MEI 2017 | 23:41 WIB | LAPORAN:

RMOL. Penolakan terhadap konsep Khilafah dan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) semakin menguat.

Penolakan dan pembubaran HTI juga datang dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se-Indonesia (BEM PTKI) yang tengah menggelar kegiatan Silaturahmi Nasional BEM PTKI Se-Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kegiatan yang dimulai dari 2-4 Mei ini mengangkat tema "Revivalisasi Peran dan Gerak Mahasiswa Islam Dalam Menyikapi Problematika Kebangsaan”.


Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Riyan Hidayat, mengatakan acara ini dihadiri 54 BEM PTKI Se-Indonesia.

"kami banyak melakukan Fokus Grup Diskusi (FGD) membahas persoalan keumatan dan kebangsaan, salah satu butir yang kami hasilkan adalah menolak paham HTI karena bertentangan dengan Pancasila dan konsep Islam Rahmatan Lil'alamin," jelas dia di Kampus UIN Jakarta, Kamis (4/5).

Bukan tanpa alasan, menurut Riyan, penolakan tersebut lantaran Indonesia adalah negara majemuk dan plural, sehingga tidak cocok jika konsep HTI diterapkan di Indonesia.

"Kita ingin HTI dibubarkan dan meminta agar rektorat melarang HTI masuk kampus, karena mereka jelas-jelas sudah mendeklarasikan ingin menjadikan Indonesia sebagai negara khilafah. Itu adalah bukti Pancasila dan UUD 1945 sedang terancam," demikian Riyan. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya