Berita

Ahok/Net

Hukum

Hakim Diminta Tidak Takut Jatuhkan Vonis Berat Ke Ahok

KAMIS, 04 MEI 2017 | 21:08 WIB | LAPORAN:

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) diminta tidak takut untuk menjatuhkan vonis yang lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama.

Aktivis Rumah Amanah Rakyat Ferdinand Hutahaean menilai bahwa keberanian majelis hakim akan mendapat dukungan dari publik. Hal ini bisa dilihat dari semangat masyarakat yang terus ikut berpartisipasi dalam sejumlah aksi mengawal keadilan dalam kasus dugaan penistaan agama. Salah satunya aksi simpatik pada Jumat (5/5) esok.

"(Aksi 5 Mei) itu menjadi spirit keberanian hakim untuk memvonis yang berkeadilan bagi masyarakat. Supaya publik ini merasakan keadilan karena yang butuh keadilan itu adalah publik bukan terdakwa," ujarnya dalam acara seminar bertema bertajuk 'Upaya Penegakan Hukum dan Keadilan Menyongsong Putusan Sidang Penista Agama' di KAHMI Center, Jakarta Selatan, Kamis (4/5).


Di kesempatan yang sama, sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menilai keberanian menegakkan hukum dalam kasus ini merupakan salah satu cara dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

Di samping itu, sambung Umar, penegakan keadilan dalam kasus dugaan penistaan agama bertujuan melindungi masyarakat dari ketidakadilan, memberi efek jera kepada yang melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum.

Menurutnya sejauh ini tuntutan yang dilayangkan jaksa telah menciderai rasa keadilan bagi masyarakat.

"Para pakar hukum pidana serta masyarakat pada umumnya berkeyakinan bahwa tuntutan JPU tidak lazim. Muaranya adalah untuk membebaskan terdakwa Ahok dari hukuman sebagai penista agama," ujarnya.

Umar menambahkan, masyarakat akan menaruh harapan terhadap hakim sebagai benteng terakhir dalam memberi putusan yang menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

"Saya yakin dan percaya hakim bisa berlaku adil, jujur, independen dan menghayati rasa keadilan masyarakat yang tengah bergelora karena terusik penistaan Al Quran. Saya hanya berharap hakim bisa memutus Ahok tidak hanya melihat aspek hukum belaka, tetapi memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," pungkasnya. [ian]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya