Berita

Ilustrasi/Reuters

Hukum

APPKSI: KPK Harus Usut Penyelewengan Dana Ekspor CPO

KAMIS, 04 MEI 2017 | 17:44 WIB | LAPORAN:

Pengurus Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit (APPKSI) di bawah pimpinan Ketua Umum M.A.Muhamadyah mengirim delegasinya ke kantor Menko Perekonomian guna menyampaikan kecewa atas penyelewengan dana pungutan eksport sawit.

"Kami juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut PP nomor 24 tahun 2015 dan Perpres 24 tahun 2016 yang merupakan produk hukum yang cacat dan banyak merugikan pelaku usaha perkebunan salah satunya adalah para petani sawit," ujar Muhamadyah dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (4/5).

Dia menjelaskan, akibat pungutan ekspor CPO selama ini menyebabkan harga tandan buah segar sawit yang diterima oleh petani anjlok saat menjual ke pabrik untuk dioleh menjadi CPO.


Masih menurut Muhamadyah, KPK harus segera menyidik dugaan penyelewengan dana pungutan perkebunan sawit yang mengacu pasal 93 ayat 4 UU 39/2014, seharusnya untuk pengembangan SDM, penelitian, peremajaan kebun sawit, promosi, pembangunan sarana dan prasaran di areal perkebunan.

Namun dalam Peraturan Pemerintah 24 tahun 2015 dan Perpres 24 Tahun 2016 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan ada ditambahkan tentang penggunaan dana yang dihimpun untuk subsidi industri biofuel.

"Ini jelas merupakan penyelewengan yang dilegalkan melalui PP dan Perpres penghimpunan Dana Perkebunan, Dana pungutan CPO tahun lalu saja dipakai untuk menutupi subsidi biodiesel. Tahun 2016 pungutan CPO yang dihimpun BPDP Sawit sebesar Rp 11,7 triliun,” urainya.

Mirisnya lagi, imbuh Muhamadyah, dana perkebunan digunakan untuk menambal defisit APBN 2017 yang justru melanggar amanat penggunaannya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya