Berita

Politik

Kapolri: Pencak Silat NU Mitra Strategis Menjaga NKRI Dari Kelompok Pemecah Belah

KAMIS, 04 MEI 2017 | 15:30 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa sebagai mitra strategis pemerintah untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menyampaikan pada acara Kongres III Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (5/4).

"Pagar Nusa, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, merupakan mitra strategis pemerintah untuk mengawal NKRI. Selama ini, ada tiga kekuatan utama pengawal bangsa. Yakni, TNI/Polri, kelompok nasionalis dan Islam Moderat. Ketiga kelompok kekuatan ini menjadi penyangga keutuhan bangsa Indonesia," katanya.


Pagar Nusa, menurut Kapolri bisa menjadi kekuatan penting di tengah berbagai ancaman terhadap bangsa Indonesia. Kapolri Tito juga mendukung pembubaran ormas-ormas yang tidak sesuai dengan prinsip nasionalisme dan yang berusaha memecah belah bangsa Indonesia.

"Kelompok apapun yang bertujuan memecah belah bangsa, tidak diperbolehkan," tegas Tito.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj mengungkapkan betapa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia ini harus dicari solusinya secara bersama.

Menurut Kiai Said, tantangan terhadap sistem kebangsaan kita semakin kompleks. Akan tetapi, Nahdlatul Ulama dan kiai-kiai pesantren memberi teladan untuk memperjuangkan kebaikan.

"Ketika ada masalah yang berat, para kiai selalu menjadi rujukan untuk menghadapi dengan sabar, ikhlas, serta dengan pikiran jernih. Ini pendidikan karakter yang sangat penting," terang Kiai Said.

Kiai Said juga berharap bahwa Pagar Nusa menjadi tonggak utama untuk menjaga kedamaian di negeri ini.

"Pagar Nusa ini menjadi pagar kiai, pagar pesantren, pagar Indonesia," jelas Kiai Said.

Kongres ke-III Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa diselenggarakan pada 3-5 Mei 2017. Sekretaris Umum PSNU Pagar Nusa, Mohammad Nabil Haroen, berharap agar Kongres Pagar Nusa kali ini menjadi momentum konsolidasi kepemimpinan dan kader.

"Semua pendekar, kader dan pengurus Pagar Nusa untuk bersatu, bersama-sama melaksanakan dawuh Kiai untuk mengawal pesantren dan menjaga keutuhan bangsa," demikian Nabil. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya