Berita

Foto: RMOL

Politik

Sosiolog: Hakim Benteng Terakhir Keadilan Dalam Kasus Ahok

KAMIS, 04 MEI 2017 | 15:21 WIB | LAPORAN:

Tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama telah menciderai rasa keadilan masyarakat.

Menurut osiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar, dalam prespektif sosiologis, hukum dibuat untuk melindungi masyarakat dari ketidakadilan serta memberi efek jera pelaku kejahatan. Namun untuk kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki, tuntutan yang diminta jaksa tidak memenuhi kedua aspek tersebut.

"Para pakar hukum pidana dan masyarakat madani berkeyakinan bahwa tuntutan JPU tidak lazim, muaranya adalah untuk membebaskan Ahok dari hukuman sebagai penista Alquran," ujar Ibnu dalam seminar nasional KAHMI dengan tema 'Upaya Penegakan Hukum dan keadilan Menyongsong Putusan Sidang Penista Agama' di sekretariat KAHMI, Jakarta Selatan, Kamis (4/5).


Lebih lanjut Ibnu menilai fenomena aksi besar-besaran dalam mengawal kasus hukum Basuki telah membuktikan bahwa masyarakat menginginkan penegakan keadilan. Jika hukum tidak memberi rasa keadilan, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dan pemerintah akan semakin hilang.

Untuk itu jugalah, sambung Ibnu, masyarakat menaruh harapan terhadap hakim sebagai benteng terakhir dalam memberi putusan adil.

"Saya yakin dan percaya hakim bisa berlaku adil, jujur, independen dan menghayati rasa keadilan masyarakat yang tengah bergelora karena terusik penistaan Al Quran. Saya hanya berharap hakim nisa memutus Ahok tidak hanya melihat aspek hukum belaka, tetapi memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," pungkasnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya