. Langkah Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menjalin kerjasama dan MoU dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) mendapat apresiasi dari PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).
Sekretaris Umum PP Bamusi, Falah Amru, mengaskan bahwa MoU yang dijalin ini sebagai bagian membangun karakter bangsa. Saat kerja sama dilakukan, Falah ikut hadir menyaksikan.
"MoU antara Kemenko PMK dengan PBNU sudah tepat dilakukan. Tak lain tujuannya adalah untuk membangun karakter bangsa. Membentuk karakter bangsa, diperlukan upaya lebih dan tepat sasaran. dan NU adalah tempat berkumpulnya berkumpulnya para alim ulama, cendekiawan, intelektual dan jug kiai kampung, ustadz kampung, guru madrasah yang selalu melakukan kebaikan-kebaikan," kata Falah Amru dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 4/5).
Ia berharap dengan MoU ini berbagai program dalam rangka membangun karakter bangsa, melalukan revolusi mental dapat dilaksanakan dengan baik oleh para ustaz, dan para guru di madrasyah maupun di pondok pesantren di seluruh Indonesia.
"Para ustaz, maupun guru di madrasyah juga di pondok pesantren ini kan mengajarkan kesantunan, kebaikan, tauladan yang baik dengan cara keteduhan. Dan ini menjadi cara untuk membentengi gerakan Islam radikal," lanjutnya.
Falah kembali mengingatkan tentang hancurnya negara-negara di Timur Tengah. Yang menurutnya, budaya di negara yang dimaksudkan hancur lebur dan sudah tidak ada lagi.
"Sementara Indonesia masih ada. Nah, jangan sampai Indonesia sampai goyah dengan paham radikalisme sehingga diperlukan pemahaman mengenai karakter bangsa. Yang bisa menjaga paham radikalisme adalah para guru dan ustaz-ustaz," demikian Falah.
[rus]