Berita

Politik

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sampaikan Sikap Penolakan Hak Angket KPK Ke Zulhas

RABU, 03 MEI 2017 | 15:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah menyampaikan langsung sikap hukum penolakan Hak Angket KPK kepada Ketua Umum DPP PAN, yang juga Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di ruang kerjanya, gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 3/5).

"Kami datangi Bapak Zulhas kapasitasnya sebagai pimpinan partai PAN yang sebelumnya kami ketahui menolak hak angket. Semoga PAN dapat meyakinkan anggota DPR lainnya untuk segera membatalkan hak angket yang ingin melemahkan KPK," jelas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum, Faisal.

Sementara itu, Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Gufroni menyampaikan bahwa hak angket adalah hak yang konstitusional. Hak itu menjadi tidak berarti karena cacat secara hukum dan tidak memiliki nilai obyektifitas. "Hak angket dijadikan alat bagi DPR untuk memaksakan diri potensi langgar hukum," ujarnya.


Karena itu, DPR gagal menjelaskan ke publik apa sebenarnya tuduhan ketidakpatuhan KPK atas pelaksanaan UU yang menjadi objek hak angket. Makanya, Satgas mencurigai hak angket sebenarnya untuk untuk campuri penanganan kasus E-KTP yang diduga melibatkan banyak anggota Dewan, termasuk Ketua DPR.

"Padahal kasus tersebut sedang di tangani KPK. Dalam konteks itu DPR melanggar Pasal 17 UU KIP tentang Informasi yang dikecualikan. Bahkan Pasal 21 UU Tipikor tidak dibenarkan ada upaya menghambat proses penegakan hukum," ungkapnya.

Belum lagi, prahara Rapat Paripurna yang tidak mempertimbangkan mekanisme pengambilan persetujuan usulan hak angket. Banyak yang dilanggar kalau merujuk Pasal 199 (3) UU MD3.

"Maka, Satgas meminta segera DPR menghentikan dan membatalkan hak angket terhadap KPK. Karena logika publik dan sikap hukum saat ini menunjukkan jika DPR sedang melawan progresifitas dan independensi pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyambut baik kehadiran Satgas Advokasi. Kehadiran para aktivis Pemuda Muhammadiyah bidang hukum tersebut memperkuat sikap PAN menolak hak angket KPK.

"Hak angket jelas kita tolak. Kita harus memperkuat KPK, mendukung KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus besar yang sedang dihadapi. Jadi terima kasih kepada adik-adik Pemuda Muhammadiyah yang telah menguatkan tekad kita untuk memperkuat KPK," demikian tandasnya.

Sedianya, Satgas Pemuda Muhammadiyah diagendakan bertemu Wakil Ketua DPR dari PAN Taufik Kurniawan. Berhubung anggota keluarga Taufik ada yang mendapat musibah, akhirnya Satgas menemui Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. [zul]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya