Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Masih Laku?

Didagangin Fadli Zon
RABU, 03 MEI 2017 | 08:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pilpres 2019 masih jauh. Tapi Gerindra sepertinya sudah getol menjual Ketumnya, Prabowo Subianto sebagai capres. Pertanyaannya, setelah keok di Pilpres 2014, apa Prabowo masih laku dijual?

Salah satu yang getol menjual Prabowo adalah Fadli Zon, Waketum Gerindra yang juga menjabat Wakil Ketua DPR. Menurut Fadli Zon, Gerindra masih akan mencalonkan Prabowo sebagai capres di 2019. Kata dia, dukungan agar Prabowo menjadi capres merupakan aspirasi para kader, mulai dari tingkat ranting atau kecamatan hingga di provinsi. Melihat aspirasi ini, Fadli bilang, Gerindra akan mengerahkan segala sumber daya untuk mewujudkan keinginan para kader.

Siapa lawan Prabowo nanti? Meski pilpres masih dua tahun lagi, Fadli Zon memprediksi pilpres nanti adalah ulangan pertarungan Pilpres 2014. Pada awalnya akan banyak capres bermunculan, tapi pada akhirnya yang bisa bertahan sampai ke final adalah Jokowi dan Prabowo. "Tinggal dua itu saja," kata Prabowo, kepada wartawan, kemarin.


Nah, agar langkah Prabowo berjalan mulus di Pilpres nanti, Fadli bilang sudah mempunyai beberapa strategi. Antara lain memenangkan pilgub di daerah Jawa pada pilkada serentak 2018. Pada Pilkada serentak tahun ini ada tiga pilgub di provinsi terbesar di Pulau Jawa yaitu, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Gerindra akan habis-habisan memenangkan pilkada di tiga provinsi dengan suara pemilih terbanyak itu. Untuk kepentingan pilpres itu pula, Gerindra dipastikan tidak akan berkoalisi dengan partai pendukung Jokowi.

Fadli mencontohkan Pilgub Jabar. Dia bilang, Gerindra dipastikan tak akan mendukung Ridwan Kamil yang sudah diusung Partai Nasdem. Dia menegaskan ini tak ada kaitannya dengan kepentingan pribadi, melainkan tujuan untuk memenangkan kandidat yang mereka usung di Pilpres. "Kita ini akan mendukung calon (Capres) di 2019. Tentu sekarang kita arahkan dukungan dengan Pak Prabowo," tuntasnya.

Siapa pendamping Prabowo nanti? Waketum Gerindra Arief Puyono menyatakan, masih belum ada. Dia bilang, cawapres akan ditentukan oleh Prabowo setelah melihat keinginan kader dan masyarakat.

Pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby menyatakan, popularitas Prabowo saat ini memang tengah naik setelah Anies-Sandi menang di Pilgub DKI. Dia bilang, ada tiga alasan kenapa popularitas Prabowo naik. Menurut dia, kemenangan calon yang diusung Gerindra pasti akan berkorelasi pada peningkatan popularitas Prabowo. Karena itu, wajar jika Gerindra akan habis-habisan di pilkada yang basis pemilihnya besar. "Jika hal ini bisa dijaga, tak menutup kemungkinan Prabowo kembali manggung di Pilpres 2019," kata Adjie, saat dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, Gerindra memang punya hak untuk mencalonkan kembali Prabowo sebagai capres. Apalagi menurut dia, Prabowo masih kuat dan mumpuni untuk kembali head to head dengan Jokowi. Hanya saja, Hendri menilai sosok Prabowo itu lebih pas jika berposisi pada king maker. Terbukti dengan banyak tokoh yang dia dorong mampu menembus papan atas tokoh nasional. Sebut saja Jokowi dan Ahok yang pada Pilgub DKI 2012 diusung Gerindra. Begitu juga nama Ridwan Kamil yang maju menjadi Walikota Bandung. Termasuk nama yang terakhir adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Tapi kehadiran Prabowo baik sebagai calon Presiden maupun sebagai king maker di 2019 akan jadi pusat perhatian, sebab kehadirannya akan membuat rakyat mudah membandingkan antara prestasi Jokowi atau memberi kesempatan kepada Prabowo," kata Hendri saat dikontak, tadi malam.

Pengamat Pusat Studi Politik Universitas Padjajaran Muradi mengatakan ada tiga hal yang menjadi faktor apakah Prabowo akan bersinar di Pilpres 2019 atau tidak. Pertama faktor usia. Saat ini usia Prabowo sudah terbilang berumur yakni 65 tahun.

Faktor kedua, apakah Prabowo masih bisa dianggap sebagai solusi bagi pemilih terutama generasi milenia. Bagi generasi lama, sosok Prabowo yang gagah dan heroik tentu masih laku dijual. Tapi tidak bagi generasi milenia yang menitikberatkan pada kreativitas. "Jika hanya mengandalkan kewibawaan Prabowo tentu tidak akan terlalu cukup untuk bisa berkibar di Pilpres nanti. Apalagi generasi milenia ini begitu cerewet dan kritis," kata Muradi, saat dikontak, semalam.

Ini tentu tantangan bagi Gerindra dan Prabowo untuk memenuhi tuntutan publik. Bagaimana bisa membaca arah keinginan publik untuk menjadi sosok pemberi solusi dan kretatif. Dalam konteks ini, dia bilang, Prabowo ketinggalan jauh dengan Jokowi.

Faktor ketiga adalah berkaitan dengan pengkaderan di dalam tubuh Gerindra. Jika Prabowo maju kembali menjadi capres 2019, artinya sudah tiga kali Prabowo maju di ajang Pilpres. Artinya ada kesan dari publik bawah Gerindra gagal dalam melakukan pengkaderan. Tidak bisa melahirkan calon pemimpin. "Jangan sampai publik berpikir Gerindra dilahirkan hanya untuk menjadikan Prabowo sebagai presiden," pungkasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya