Berita

Rizal Ramli/Repro

Politik

Rizal Ramli: Orang Pergerakan Harus Fokus agar Indonesia Lebih Baik

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 22:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kaum pergerakan harus fokus bekerja keras membuat Indonesia lebih baik, dan tidak sekadar memikirkan jabatan.

Begitu pesan yang disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam twitnya barusan (Minggu, 30/4).

Pesan itu disampaikan Rizal Ramli untuk menjawab pertanyaan salah seorang follower yang menggunakan akun @irwankage.


“Saya sempat heran kenapa menteri sebagus @RamliRizal diberhentikan. Kata presiden dulu agar tim lebih solid... hahaha lucu deh. Merugi skrg,” tulis akun itu.

Menjawab twit ini, Rizal Ramli menulis, “Gituan ndak udah dimasukkan ke hati -- gitu aja kok ribet. Orang pergerakan harus fokus dgn perubahan agar Indonesia lebih baik.”

Rizal Ramli boleh saja menyarankan agar persoalan dirinya terpental dari Kabinet Kerja tidak usah dimasukkan ke hati, atau tidak usah dipikirkan.

Tetapi, tidak dapat dipungkiri, pencopotan Rizal Ramli dari kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo masih merupakan salah satu subjek yang masih kerap dibicarakan berbagai kalangan.

Mengapa Rizal yang dikenal sebagai tokoh visioner yang kerap mengambil terobosan, harus terpental?

Rizal direkrut Presiden Jokowi pada bulan Agustus 2015, hampir setahun setelah Jokowi berkuasa. Kehadiran Rizal di tubuh kabinet tidak dapat dipungkiri menjadi semacam angin segar bagi pemerintahan Jokowi yang awalnya terlihat seperti mengalami lesu darah.

Di awal masa tugas sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal melakukan sejumlah gebrakan. Dia berusaha meluruskan sejumlah kebijakan yang berpotensi menciptakan kerugian negara. Misalnya, pembelian pesawat terbang oleh Grauda Indonesia atas permintaan Menneg BUMN dengan prosedur dan harga yang tidak pantas.

Rizal juga berperan dalam meluruskan pandangan di kalangan pemerintah mengenai pembangunan kilang gas Masela.

Jurus kepret Rizal Ramli terbukti membuat pemerintahan Jokowi jadi punya gigi. Ada dinamika positif, ada pekerjaan yang mengarah pada pembuktian Nawacita yang merupakan tema utama Jokowi dalam kampanye.

Tetapi, seperti petir di siang bolong, pada Agustus 2016, Rizal Ramli malah terpental. Di saat bersamaan, Presiden Jokowi malah merekrut tokoh yang selama ini menjadi sponsor ideologi ketergantungan di tanah air.

Upaya Rizal Ramli menghentikan reklamasi utara Jakarta yang tidak berkeadilan pun kandas. Konon, inilah sebab utama yang membuat Rizal Ramli terpental. Tetapi ini pun masih spekulasi. Sepkulasi yang sejauh ini tampaknya paling dipercaya.

Maka, pertanyaan publik seperti yang diajukan @irwankage dapat dipahami.

Setelah Rizal Ramli menjawab pertanyaan itu, sejumlah pemilik akun Twitter melibatkan diri dalam diskusi.

Akun @ubregistra menulis, “RR dicopot spy menteri yang lain bebas melakukan penyimpangan.”

Akun @omardxs menulis, “Kasihan sih lihat Mantan atasan bapak Kemaren.. tak berdaya..dia hanya seorang petugas yg disuruh suruh saja oleh seorang nenek Lampir..”

Akun @irwankage pun seakan tak puas. Dia menambahkan komentar, “Nyatanya sekarang malah mundur pak. utang nambah, harga banyak naik, kesenjangan sosial dan hukum berjalan di tempat. Mau optimis tapi susah.”

Walhasil, nampaknya kepastian mengenai sebab-sebab utama mengapa Rizal Ramli terpental akan tetap menjadi semacam misteri. Sementara itu, seperti yang disampaikan Rizal Ramli, untuk mencapai Indonesia yang lebih baik, kaum pergerakan harus fokus bekerja. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya