Berita

Gatot Dewa Broto/Net

Olahraga

Sesmenpora : Gaji Atlet Terkendala Teknis Perbankan

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 06:36 WIB | LAPORAN:

Uang saku atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 sudah dibayarkan.

Namun ada sebagian atlet yang belum menerima. Keterlambatan pencarian tersebut dikarenakan ada kendala teknis

Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memprioritaskan pencarian uang saku atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 yang belum cair.


Sesmenpora Gatot Dewa Broto menjelaskan, kendala pencairan uang saku bukan berasal dari pihak Kemenpora, tetapi berasal dari pihak bank.

"Sistem pengiriman uang secara online pada bank yang ditunjuk belum bisa untuk pengiriman berkapasitas besar. Ini mengingat banyaknya jumlah atlet, pelatih, dan asisten pelatih serta besarnya jumlah uang yang harus ditransfer," ujarnya melalui keterangan pers.  

Menurutnya, peristiwa ini hampir sama dengan akhir tahun lalu, di mana pencairan uang saku atlet tidak semua menerima.

"Ini sebenarnya sudah kami keluhkan, dan pihak bank pun sudah berjanji akan mengatasinya. Tapi sepertinya belum teratasi kendala ini. Yang jelas kejadian ini jadi pelajaran buat kami untuk ke depannya. Kami harus melakukan pendekatan ke pihak terkait agar ini tidak terjadi lagi," ujar dia.

Jika berdasarkan laporan dari Bendahara Prima, untuk pembayaran uang saku Januari dari total 393 nomor rekening yang ditransfer hanya berhasil 329. Sementara 64 rekening lainnya gagal.

Untuk Februari, yang berhasil dibayarkan hanya 620 orang dari total 710 orang yang harusnya dibayarkan. Sisanya, 90 nomor rekening gagal transfer. Sedangkan untuk Maret, dari total 747 nomor rekening hanya 641 yang berhasil. Sisanya 106 rekening gagal.

"Kami sudah melakukan komunikasi secara intensif dengan Prima untuk masalah pencairan uang saku ini. Jadi ini seperti antrian. Yang seharusnya sudah kirim, akhirnya kembali tertunda karena ada beberapa rekening yang salah dalam pengisian formnya juga. Jadi ini memang butuh waktu," tutup Gatot.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya