Uang saku atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 sudah dibayarkan.
Namun ada sebagian atlet yang belum menerima. Keterlambatan pencarian tersebut dikarenakan ada kendala teknis
Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memprioritaskan pencarian uang saku atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 yang belum cair.
Sesmenpora Gatot Dewa Broto menjelaskan, kendala pencairan uang saku bukan berasal dari pihak Kemenpora, tetapi berasal dari pihak bank.
"Sistem pengiriman uang secara online pada bank yang ditunjuk belum bisa untuk pengiriman berkapasitas besar. Ini mengingat banyaknya jumlah atlet, pelatih, dan asisten pelatih serta besarnya jumlah uang yang harus ditransfer," ujarnya melalui keterangan pers.
Menurutnya, peristiwa ini hampir sama dengan akhir tahun lalu, di mana pencairan uang saku atlet tidak semua menerima.
"Ini sebenarnya sudah kami keluhkan, dan pihak bank pun sudah berjanji akan mengatasinya. Tapi sepertinya belum teratasi kendala ini. Yang jelas kejadian ini jadi pelajaran buat kami untuk ke depannya. Kami harus melakukan pendekatan ke pihak terkait agar ini tidak terjadi lagi," ujar dia.
Jika berdasarkan laporan dari Bendahara Prima, untuk pembayaran uang saku Januari dari total 393 nomor rekening yang ditransfer hanya berhasil 329. Sementara 64 rekening lainnya gagal.
Untuk Februari, yang berhasil dibayarkan hanya 620 orang dari total 710 orang yang harusnya dibayarkan. Sisanya, 90 nomor rekening gagal transfer. Sedangkan untuk Maret, dari total 747 nomor rekening hanya 641 yang berhasil. Sisanya 106 rekening gagal.
"Kami sudah melakukan komunikasi secara intensif dengan Prima untuk masalah pencairan uang saku ini. Jadi ini seperti antrian. Yang seharusnya sudah kirim, akhirnya kembali tertunda karena ada beberapa rekening yang salah dalam pengisian formnya juga. Jadi ini memang butuh waktu," tutup Gatot.
[wid]