Berita

Net

Politik

Cak Imin Bantah Ada Kadernya Dukung Hak Angket

SABTU, 29 APRIL 2017 | 20:47 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memastikan sikap fraksi di DPR RI konsisten menolak usulan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, kader PKB yang tidak mengikuti kebijakan merupakan sikap individu dan bukan atas instruksi partai.

Pernyataan itu menyikapi adanya kader PKB yang tercatat sebagai inisiator hak angket yakni Rohani Vanath dari Dapil Maluku. Nama Rohani tercatat bersama 26 anggota dewan lain menjadi inisiator hak angket KPK.


Menurut Cak Imin, begitu dia disapa, langkah yang dilakukan kader tersebut diutarakan sebelum DPP PKB mengeluarkan pernyataan sikap terkait hak angket. Saat ini, Rohani telah mencabut dukungan untuk digelarnya hak angket terhadap KPK.

"Jadi, itu jauh sebelum sikap fraksi. Setelah fraksi punya sikap, kan fraksi tidak tahu. Begitu sampai fraksi, kan hak individual ya. Begitu sampai pada sikap fraksi maka itu dicabut," jelasnya di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Sabtu (29/4).

Rapat Paripurna DPR pada Jumat kemarin (28/4) menyetujui usulan hak angket yang ditujukan kepada KPK. Meski sejumlah fraksi menolak namun forum tetap menyetujui hak angket yang ditandatangani 26 anggota dari delapan fraksi. Hanya tiga fraksi yang menyatakan menolak, yakni Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi PKB.

Wakil rakyat yang menandatangani persetujuan usulan hak angket berasal dari Fraksi Partai Golkar dengan 10 anggota. Disusul Fraksi Partai Hanura dengan tujuh anggota, Fraksi PKS tiga anggota. Selanjutnya, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Nasdem dua anggota, serta Fraksi PKB, Fraksi PAN dan Fraksi PPP masing-masing satu anggota.

Hak angket dilakukan dewan untuk mendesak membuka rekaman berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka kasus pemberian keterangan palsu dalam skandal korupsi e-KTP Miryam S. Haryani. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya