Berita

RMOL

Politik

PKB Soroti Fenomena Yang Muncul Di Pilkada DKI

SABTU, 29 APRIL 2017 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menekankan kadernya bisa memenangkan kursi kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang. Untuk mencapai hal itu, setiap kader harus bisa mencermati perkembangan pilkada sekarang ini. Salah satunya mengenai fenomena-fenomena yang ada dalam proses Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKB Marwan Jafar mengatakan, isu keagamaan dan gelombang informasi digital harus dicermati secara mendalam. Terlebih, gelombang informasi digital dalam proses kampanye bisa membuat perbedaan pendapat yang berujung pada permusuhan.

"Kita dulu pernah baca buku Nietzsche katanya Tuhan telah mati, sekarang Tuhan hidup lagi. Kata Karl Marx agama sebagai candu, ya sekarang candu beneran. Jadi, ini membalikkan seluruh keadaan. Revolusi digital atau digital distraction memutarbalikkan keadaan. Teman di WA (WhatsApp) bisa berantem. Tapi bahwa digital keniscayaan, teknologi perlu kita manfaatkan karena dapat menjangkau dengan cepat di satu sisi," jelasnya dalam pembukaan Rakornas Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta (Sabtu, 29/4).


Marwan menilai bahwa fenomena keagamaan dan gelombang informasi secara kasat mata telah menutup fakta bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan 5,3 persen oleh pemerintah tidak tercapai. Bahkan, fakta bahwa daya beli masyarakat menurun tidak dibuat sebagai visi misi calon kepala daerah. Padahal masyarakat menengah ke bawah lebih terus merasakaan kesenjangan dan keadaan tingginya harga komoditi pangan.

"Oleh karena itu, PKB harus hadir temani masyarakat. Bersama rakyat untuk memastikan kebijakan kerakyatan kita kawal bersama-sama, sehingga kebijakan itu tidak berpihak kepada yang kuat tetapi berpihak ke yang lemah," tegas mantan menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal tersebut. [wah] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya