Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

Instruksi Prabowo Yang Membuat Fraksi Gerindra Walk Out

SABTU, 29 APRIL 2017 | 13:54 WIB | LAPORAN:

Partai Gerindra punya alasan kuat di balik sikap walk out anggota fraksinya dari rapat paripurna DPR RI (Jumat, 28/4) yang membahas hak angket untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sejak awal Gerindra menolak hak angket terhadap KPK. Apalagi, dalam prosesnya, kami mencium angket ini dipaksakan," tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi, Sabtu (29/4).

Menurutnya, keputusan pimpinan rapat paripurna yang mengesahkan penggunaan hak angket tampak sangat terburu-buru.


Sebelumnya di Badan Musyawarah (Bamus) diputuskan bahwa pimpinan sidang paripurna hanya akan membacakan surat pengusul hak angket, bukan mengambil keputusan. Bamus juga sudah menyampaikan proses hak angket ditunda terlebih dulu sampai reses selesai.  

"Pada masa reses itulah kita bisa menampung dan mendengarkan masukan masyarakat. Apakah masyarakat butuh angket atau tidak," jelas Andre.

Sayangnya, yang terjadi adalah pimpinan memaksakan angket disetujui. Karena itulah anggota Fraksi Gerindra memutuskan walk out.

"Ini sesuai instruksi Ketum Prabowo Subianto bahwa KPK harus didukung dalam memberantas korupsi. Bukan sebaliknya, dilemahkan posisinya," sambungnya.

Prabowo menyatakan bahwa pemberantasan korupsi adalah salah satu program prioritas Gerindra. Praktik kejahatan korupsi terang-terangan menyengsarakan rakyat. Dengan demikian, segala bentuk daya dan upaya melemahkan KPK harus ditolak.

"KPK itu ujung tombak pemberantasan korupsi. Kalau posisinya terus dilemahkan, bagaimana ke depan? Kita harus proporsional dalam melihat masalah ini," demikian Andre. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya