Berita

Sunanto

Politik

Sunanto Terpilih Menjadi Kornas JPPR Yang Baru

SABTU, 29 APRIL 2017 | 13:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lembaga pemantau Pemilu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), memiliki Koordinator Nasional yang baru, yaitu Sunanto.

Deputi Nasional JPPR ini dipercaya sebagai Kornas periode 2017-2019 menggantikan Masykurudin Hafidz.

Pemilihan Kornas JPPR tersebut digelar dalam acara Pertemuan Nasional kemarin di Wisma Haji, Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.


"Inna lillahi, ini amanah yang berat," jelasnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.

Karena itu, dia berharap dukungan semua pihak agar JPPR di bawah komandonya bisa merealisasikan visi-misi dan program yang telah ditetapkan.

JPPR merupakan jaringan 38 lembaga yang terdiri dari enam rumpun. Yaitu, LSM, Ormas, NU, Muhammadiyah, Perguruan Tinggi, dan lembaga antar iman atau inter faith.

Meski saat ini menjabat sebagai salah satu Ketua Bidang di PP Pemuda Muhammadiyah, pria yang akrab disapa Cak Nanto ini menjadi Kornas JPPR mewakili rumpun LSM. Kalangan LSM mempercayakan jabatan tersebut kepada dirinya.

"Sekarang giliran LSM, yang sudah dua periode terlewatkan," ucapnya.

Dalam dua tahun ke depan masa kepemimpinannya, dia akan memperkuat gerakan untuk penguatan kesadaran dan keberanian masyarakat sipil dalam mengawal proses demokratisasi di Indonesia. Karena itu, JPPR akan menggelar pendidikan pemilih yang lebih masif kepada masyarakat.

"Kedua, JPPR tetap akan mengawal proses penyelenggaran Pemilu," sambungnya.

Ketiga, JPPR juga akan terus mendorong kadernya untuk menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu. Agar demokrasi dan pelaksanaan pemilu berjalan secara independen dan berkualitas.

"Karena kader JPPR sudah terbukti berpengamalan dan independen,"  tandasnya.[zul]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya