Berita

Fahri Hamzah/net

Politik

Fraksi PPP Akan Kirim Surat Protes Ke Pimpinan DPR Soal Fahri Hamzah

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 20:41 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dinilai tidak menjalankan tradisi demokrasi dalam rapat paripurna yang dipimpinnya tadi siang.

Fahri tidak mempersilakan semua fraksi untuk menyampaikan pendapat resmi terkait hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk itu, Sekretaris Fraksi PPP di DPR RI, Amir Uskara, mengatakan pihaknya akan segera melayangkan surat protes kepada pimpinan DPR.


"Kami akan protes secara tertulis ke pimpinan, terkait sikap pimpinan di paripurna. Ini tidak seperti biasanya. Jadi, ada tradisi dalam setiap pengambilan keputusan, ditanya tiap fraksi. Dan tadi yang bicara personal, kalaupun mewakili fraksi tapi mereka menunjuk secara personal bukan fraksi," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4).

Dalam rapat paripurna, hanya beberapa fraksi yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat resminya. Sedangkan PPP dan beberapa fraksi lainnya tak mendapatkan kesempatan itu. Amir menilai hal itu sebagai arogansi Fahri selaku pimpinan rapat.

"Ada arogansi pimpiman yang ‎kita lihat tadi, dengan memaksakan kehendak," sesalnya.

Amir mengaku tak tahu​ apakah sikap itu kehendak Fahri pribadi atau titipan kelompok tertentu. Namun, yang pasti, kemauan kelompok itu ingin diakui legitimasinya oleh lembaga DPR.

"Kesan yang kami tangkap seperti itu. Kami (PPP) belum ada yang tanya, sudah ketuk palu," imbuhnya.

Dipastikannya, Fraksi PPP akan menyiapkan strategi tertentu untuk menolak hak angket yang akan dibawa ke Bamus. Menurutnya, ada dua jalan yang bisa mereka tempuh. Pertama, tidak mengirimkan anggota fraksi agar tidak terjadi kuorum.

"Tapi kalau tanpa PPP itu kuorum, kami harus mengirim untuk mengawal. Jangan sampai dibelokkan," tambahnya.

Fraksi PPP merupakan salah satu fraksi yang ikut melakukan walk out bersama tiga fraksi lainnya. Mereka beranggapan hak angket justru akan melemahkan KPK. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya