Berita

Achmad Tohir/net

Bisnis

Pimpinan Komisi XI: Pemerintah Tidak Usah Turunkan Bunga KUR Sampai 7 Persen

SELASA, 25 APRIL 2017 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Penerapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah salah sasaran. Persoalan terbesar dari program itu bukan suku bunga KUR yang terlalu besar, tetapi karena rakyat tidak bisa mengakses KUR.

"Kalau bunganya 13 persen juga rakyat mau ambil. Persoalannya, ketika dia mengajukan (KUR), ditolak. Itu yang harus kita selidiki, kenapa KUR didapat orang-orang itu saja," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Tohir, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sempat mengatakan bahwa pemerintah akan menurunkan bunga KUR hingga 7 persen. Tetapi, Tohir menilai sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan.


"Kalau (bunga KUR) diturunkan satu persen artinya negara akan menyubsidi Rp 1 triliun. Daripada diturunkan, lebih baik tambah saja KUR-nya. Tambah Rp 2 triliun, bunganya tetap. Rakyat pasti ambil, asalkan diberikan akses," jelas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia juga menuding KUR selama ini tidak sesuai peruntukan. Buktinya, KUR yang dialirkan ke sektor produksi hanya 22 persen, sementara 60 persen dialirkan ke sektor perdagangan.

Diberitakan sebelumnya bahwa tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR naik sekitar 10 persen dari tahun lalu yang senilai Rp 100 triliun. Pada penyaluran KUR 2017, pemerintah ingin meningkatkan penyaluran di sektor produksi menjadi 40 persen dari yang sebelumnya hanya 22 persen.

"Orang-orang perdagangan itu sudah punya ruko, mobil dan sebagainya. Kenyataannya 60 persen dialirkan ke orang-orang itu saja, implementasinya tidak benar. Ini akan kita perbaiki," tegas dia. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya