Berita

Nusantara

Pemuda Muhammadiyah Kawal Petani Karawang Aksi Kubur Diri Di Depan Istana

SELASA, 25 APRIL 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 500 petani Teluk Jambe, Karawang, kembali melakukan aksi di depan Istana Negara RI, Jakarta untuk meminta Presiden Joko Widodo mengembalikan mereka ke lahan pertaniannya.

Mereka juga meminta sertifikat tanah atas nama PT. Pertiwi Lestari yang telah dinyatakan ilegal oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI dicabut.

Pada aksi kali ini, sebanyak 5 orang petani melakukan aksi kubur diri dengan menutup seluruh bagian tubuhnya dengan tanah merah dan ditaburi bunga. Aksi ini sebagai simbol perlawanan terhadap PT Pertiwi Lestari yang menggusur rumah dan tanah mereka.


Dalam aksi tersebut, para peserta juga bergiliran orasi. "Kami minta Presiden Jokowi turun tangan," ungkap Ketua STTB (Serikat Tani Teluk Jambe Karawang) Maman.

Para petani Teluk Jambe ini telah diusir, mengalami kekerasan fisik, dan perusakan lahan pertanian oleh PT. Pertiwi Lestari sejak bulan Oktober 2016. 11 orang di antaranya sempat mengalami kriminalisasi dan hanya 5 orang yang dinyatakan bebas di Pengadilan Negeri Karawang.

Selama 6 bulan hidup petani terkatung-katung karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Saat ini ratusan petani yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak ini ditampung di Panti Asuhan Muhammadiyah di Tanah Abang.

Sementara itu, Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Gufroni, dalam orasi di hadapan ratusan petani menyatakan bahwa negara dalam hal ini pemerintah kalah oleh pemilik modal, termasuk rekomendasi Komisi II DPR RI untuk menetapkan status quo dalam konflik agraria di Karawang ini ternyata tidak diindahkan atau dipatuhi oleh PT Pertiwi Lestari.

Dengan kesombongannya, perusahaan malah makin agresif meratakan tanah milik para petani dengan buldozer.

"Kami dari Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan tetap mengawal dan mendampingi para petani karawang ini hingga tuntas sebagai bukti komitmen kami akan ajaran Kyai Dahlan untuk membela kaum Mustadaafin" pungkas Gufroni.

Sebanyak 20 orang perwakilan petani diterima pihak Kantor Staf Kepresidenan. Empat anggota Satgas Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah juga turut mendampingi. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya