Berita

Allan Nairn/net

Politik

Salim Said: Jangan Percaya Cerita Allan Nairn, Dia Enggak Mengerti Indonesia

SENIN, 24 APRIL 2017 | 17:56 WIB | LAPORAN:

Pakar dunia militer Indonesia, Salim Said, tidak mempercayai analisa wartawan investigasi asal Amerika Serikat,  Allan Nairn, soal gerakan kudeta di Indonesia.

"Saya tidak percaya terhadap analisanya Allan Nairn, sangat spekulatif," tegas Salim dalam diskusi bertajuk "Partai Politik dan Budaya Korupsi" di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Artikel investigasi Allan Nairn bertajuk "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President", menjadi berita hangat nasional setelah dikutip oleh media online di Jakarta dari The Intercept.


Allan Nairn mengaku melakukan penyelidikan selama satu tahun dan mewawancarai beberapa tokoh politik, militer dan intelijen di dalam negeri. Ia melaporkan bahwa ada gerakan besar yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo dengan menunggangi isu penodaan agama yang menjerat Gubernur Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok).

Gerakan itu memiliki pendanaan yang baik dan terorganisir. Yang paling menghebohkan, laporan itu menyebut gerakan makar didukung oleh para purnawirawan jenderal, tokoh militer dan intelijen, serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Salim Said yang sejak lama mengenal baik TNI dan memiliki jaringan yang kuat dengan tokoh-tokoh militer nasional meminta publik tidak terprovokasi oleh laporan Allan Nairn.  

"Jadi enggak usah terlalu diperhatikan lah. Enggak ada itu cerita-cerita kudeta, konspirasi dan sebagainya," ujar Salim.

"Jangan percaya cerita dari Allan, dia enggak mengerti Indonesia," imbuhnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya