Berita

Salim Said/net

Politik

Sepertinya, Jokowi Sedang Membidik Sofyan Djalil

SENIN, 24 APRIL 2017 | 17:11 WIB | LAPORAN:

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil, diduga kuat sebagai menteri yang masuk target reshuffle Presiden Joko Widodo.

"Kalau Anda tanya kira-kira menteri siapa yang akan dicopot, sebagai seorang ilmuwan politik firasat saya mengatakan Menteri Agraria itu akan dicopot," kata analis politik dan militer Indonesia, Salim Said, dalam diskusi bertajuk "Partai Politik dan Budaya Korupsi" di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Salim diminta menanggapi pernyataan Jokowi yang berjanji tak akan segan-segan mencopot menteri jika tak berhasil mencapai target pemerintah.


Hal menyangkut reshuffle disampaikan Jokowi saat menghadiri Kongres Ekonomi Umat (KEU) 2017, Sabtu (22/4).  Dalam sambutannya kala itu, Jokowi memaparkan dua agenda besar untuk mengatasi ketimpangan ekonomi yaitu redistribusi aset dan reforma agraria. Soal redistribusi aset, Jokowi menjelaskan bahwa saat ini terdapat 126 juta bidang tanah, tapi baru 46 juta yang telah disertifikat. Ini jelas masalah, karena warga yang tidak memiliki sertifikat terhambat untuk mengkases modal ke lembaga keuangan. Jokowi pun menetapkan target untuk Menteri Agraria/Kepala BPN mengeluarkan 7 juta sertifikat pada 2018, dan 9 juta sertifikat pada 2019 untuk rakyat.

"Target itu harus bisa diselesaikan. Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain, bisa diganti (menterinya)," tegas Jokowi.

Di mata Salim Said, ancaman reshuffle kabinet merupakan strategi Jokowi untuk menunjukkan bahwa hanya dia yang memegang kendali pemerintahan.

"Itu adalah langkah Beliau untuk menunjukan i'm in command. Apakah dia berhasil atau tidak? Sebab ada orang yang sudah dipilih, tapi dicopot lagi, seperti Rizal Ramli," jelas Salim yang pernah menjadi wartawan sejak zaman Orde Lama.

Reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Tetapi Salim yakin bahwa perombakan kabinet akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebab, belum lama ini Jokowi juga pernah mengeluh soal pertahanan negara yang kurang optimal.

"Soal siapa yang menggantikan, saya enggak tahu. Yang jelas itu harus orang yang di mata Presiden Jokowi yang mendukung dia, yang bisa kontrol," imbuhnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya