Kongres Ekonomi Umat pertama yang digagas Majelis Ulama Indonesia ditutup dengan enam poin deklarasi dalam membangun ekonomi umat.
Enam poin deklarasi ini nantinya menjadi masukan kepada pemerintah.
Keenam poin rekomendasi itu pertama, sistem ekonomi nasional yang adil, merata dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.
Kedua mempercepat restribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Ketiga memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi dan kewirausahaan.
Selanjutnya yaitu menggerakkan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi pelaku usaha utama ekonomi nasional.
Kelima, mewujidkan mitra sejajar usaha besar dengan koperasi, UMKM dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi dengan mengutamakan ekonomi syariah dalam perekonomian nasional, tetap dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI.
Terakhir membentuk komite nasional ekonomi umat untuk mengawal arus baru perekonomian Indonesia.
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, M Asrul Tanjung menjelaskan untuk menjalankan enam poin tersebut, pemerintah perlu menciptakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkeadilan dengan penekanan pada pemerataan.
Menurutnya, dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan diperlukan konsep rancangan UU sistem perekonomian nasional dalam rangka membangun ekonomi umat.
"Rekomendasi berikutnya adalah tersusunnya langkah aksi ekonomi umat yang dapat dilaksanakan secara sinergis sebahai upaya nyata pemberdayaan ekonomi umat," ujar Asur di sela acara penutupan Kongres di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (24/4).
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin menjelaskan kongres tersebut merupakan bentuk kepedulian umat islam atas kondisi perekonomian yang terjadi saat ini di Indonesia.
Menurutnya, kongres ini menjadi sebuah titik kependulian umat muslim terhadap perekonomian indonesia. Selain itu, untuk menutup tingginya angka kesenjangan, MUI menginginkan adanya kerja sama yang baik antara pengusaha UMKM dengan pengusaha besar dalam rangka menuju era ekonomi baru di Indonesia.
"Setelah ini kami ingin ada perubahan mengenai beberapa hal termasuk kesenjangan yang sudah terjadi," tutup Maaruf.
Kongres yang berlangsung pada 22-24 April 2017 itu ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam kongres tersebut hadir pula tokoh-tokoh pelaku UMKM, pengusaha besar dan perwakilan dari ormas Islam di Indonesia. Sedangkan pembukaan kongres ini oleh Presiden Joko Widodo.
[wid]