Berita

Net

Politik

ICW: Parpol Harusnya Tolak Upaya Pelemahan KPK

SENIN, 24 APRIL 2017 | 04:48 WIB | LAPORAN:

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai rencana DPR RI menggulirkan hak angket terkait rekaman pemeriksaan mantan anggota Komisi II Miryam S. Haryani sebagai upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Partai politik di sini seharusnya mendukung upaya pemberantasan korupsi dan harus menolak pelemahan KPK. Hormati penegakan kasus korupsi," ujar peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Almas Sjafrina dalam jumpa pers di kantornya, Kalibata, Jakarta (Minggu, 23/4).

Menurutnya, DPR juga harus memperhatikan kondisi kesehatan penyidik KPK Novel Baswedan, menyoal rencana pemangggilan dalam hak angket. Mengingat, Novel masih menjalani perawatan usai menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tidak dikenal baru-baru ini.


"Beberapa anggota mengusulkan memanggil Novel saat kondisi sakit untuk memberikan keterangan ke DPR soal Miryam. Ini proses yang ironi saat DPR harusnya dukung KPK seperti masyarakat yang diwakilinya tapi justru sebaliknya," ujar dia.

Diketahui, hak angket disuarakan dalam rapat dengar pendapat Komisi III dengan KPK pada 19 April lalu. Saat itu, DPR mendesak KPK membuka rekaman pemeriksaan Miryam yang diduga terlibat kasus korupsi proyek pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

Adapun, fraksi yang menyatakan setuju digulirkannya hak angket antara lain Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan. [wah]  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya