Berita

Foto/Net

Politik

Kampanye Di Media Sosial Harusnya Diatur Tegas

MINGGU, 23 APRIL 2017 | 02:33 WIB | LAPORAN:

. Tidak bisa dipungkiri ada ruang kosong dalam aturan kampanye di media sosial. Terlebih dalam Pilkada DKI Jakarta kemarin, media sosial digunakan sebagai media yang menggiring opini terhadap calon tertentu.

Anggota KPU periode 2012-2017, Ferry Kurnia Rizkiyansyah tidak membantah hal tersebut, sebab dalam UU Penyelenggaraan Pemilu, tidak ada aturan yang menegaskan mengenai penggunaan media sosial sebagai wadah kampanye.

Aturan mengenai peran media sosial, sambung Ferry hanya ditekankan dalam aturan KPU. Itupun cuma sebatas pendaftaran media sosial milik pasangan calon.


Meski ada ruang kosong, menurut Ferry peran media sosial sebagai wadah kampanye sejatinya mengikuti aturan di dunia nyata yang telah menetapkan larangan saat proses kampanye.

"Sebenarnya aturan dunia nyata dan maya ini sama saja. Mekanismenya sudah diatur dalam aktivitas kampanye, larangannya sudah sangat jelas ada. Cuma karena tidak diatur secara tegas, media sosial dan anti menstrim tadi bergerak begitu liar," ujar Ferry saat diskusi dengan topik "Mengobati Luka Pilkada" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4).

Lebih jauh Ferry menilai faktor yang paling penting untuk menyaring informasi di media sosial adalah masyarakat sendiri. Menurutnya aturan terkait peran media sosial yang akan dibuat dalam undang-undang penyelenggaraan Pemilu hanya sebatas perangkat.

"Masyarakat harus betul-betul sebagai pengawal pemilu, tidak hanya dalam proses pencoblosan saja tapi dari awal tahapan sampai nanti terpilih, bahkan nanti setelah terpilih itu harus dikawal oleh masyarakat. Nah ini yang harus terus menerus diupayakan. Dan Media sosial sebagai anti meanstrim dan media meanstrim lainnya sudah harus bergrak kearah sana," ujarnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya