Berita

Net

Politik

PAN: Perang Medsos Akibat Ketidakadilan Pemberitaan

SABTU, 22 APRIL 2017 | 21:43 WIB | LAPORAN:

Partai Amanat Nasional (PAN) tidak memungkiri jika gencarnya pertarungan di media sosial selama Pilkada DKI Jakarta tidak lepas dari pemberitaan media massa mainstream yang kurang mempertimbangkan aspek keadilan.

Menurut politisi PAN Viva Yoga Mauladi, dampak ketidakadilan pemberitaan tersebut menjadi faktor utama dimulainya perang opini di jejaring sosial.

"Coba kalau seluruh lembaga-lembaga penyiaran itu adil, baik dalam waktu dan isi pemberitaan, saya rasa media sosial itu tidak akan sedemikian dahsyatnya. Hingga ada hingar, ada meme-meme yang sangat diskriminatif dan cenderung melanggar UU ITE," bebernya saat diskusi 'Mengobati Luka Pilkada' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (23/4).


Viva menambahkan, di samping ketidakadilan pemberitaan media mainstream, panjangnya waktu tahapan pilkada juga menjadi faktor pendukung makin sengitnya pertemuan antar pendukung pasangan calon di medsos. Semakin panjang tahapan pilkada membuat informasi di medsos makin deras dalam mempengaruhi pemilih. Terlebih, efektifitas media sosial dalam mempengaruhi pemilih berkisar 30 hingga 40 persen.

"Perlu diingat 30 sampai 40 persen itu banyak," ujarnya.

Lebih lanjut, Viva menjelaskan, sejumlah faktor tersebut akan menjadi rujukan panitia khusus RUU Penyelenggaraan Pemilu untuk memasukkan aturan mengenai medsos dalam ajang pilkada, pilpres maupun pileg. Sebab, sejauh ini hanya Peraturan KPU saja yang menyoroti tentang peran medsos dalam pemilihan umum.

"(Aturan tentang medsos) itu nanti akan menjadi pertimbangan Pansus RUU Penyelenggara Pemilu. Dan memang harus diatur karena medsos ini bukan produk dari jurnalisme tetapi setiap hari, setiap detik masuk di ruang keluarga," pungkas Viva. [wah] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya