Berita

Net

Politik

Pemilihan Langsung Bisa Timbulkan Demokrasi Yang Lapar

SABTU, 22 APRIL 2017 | 20:25 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR RI Viva Yoga Mauladi menilai sistem demokrasi suara terbanyak dalam pemilihan langsung di tengah keadaan ekonomi yang kesusahan bisa menimbulkan demokrasi yang lapar.

Menurutnya, demokrasi yang lapar bisa memunculkan sudut deviasi atau penyimpangan yang terkadang tidak sesuai dengan kehidupan demokrasi itu sendiri. Apalagi, Indonesia mempunyai ciri selalu punya potensi yang berbeda pandangan dalam pemikirian, serta sangat sulit sekali untuk menerima perbedaan dan mengembangkan kohersivitas.

"Jadi saya rasa nilai seperti itu di masyarakat masih tumbuh, tinggal sekarang bagaimana negara ini melakukan pengelolaan terhadap nilai-nilai yang bersifat primodialistik," saat diskusi dengan topik 'Mengobati Luka Pilkada' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (23/4).


Lebih lanjut, Viva menjelaskan, demokrasi yang lapar terus berulang di setiap pesta demokrasi di Indonesia. Pasalnya kematangan demokrasi di Indonesia tidak berbanding lurus dengan prilaku pemilih.

"Prilaku pemilih ini ada tiga, ada pemlih idiologis, pemlih rasional dan pemilih transaksional. Perilaku pemilih ini di seluruh wilayah itu ada, mau pilkada, pilpres, pileg ada terus," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menambahkan, di setiap demokrasi yang lapar, pasti akan ada isu suku, ras, agama dan antar golongan (Sara). Meski begitu isu Sara dalam Pilpres 2014 lebih rendah dibanding saat Pilkada DKI Jakarta.

"Karena pilkada itu luas wilayah kecil dibanding pilpres dan banyak sekali variabel. Yang di luar politik masuk pada wilayah politik dan itu ada sebuah relitas," demikian Viva. [wah] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya