Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan pidato kebudayaan di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/4).
Dalam pidatonya, Fahri menantang sekitar 200 audiens yang hadir dengan mengajukan pertanyaan tentang peran dan posisi Indonesia dalam berbagai benturan budaya yang terjadi di sekitarnya.
"Produk budaya Indonesia yakni harmoni dan keseimbangan yang berakar dari Islam kasat mata dan tak bisa dipungkiri. Indonesia adalah model dari menyatunya tujuan agama dan negara dalam wadah dan wajah penuh kedamaian, tapi pada masa kini sangat disayangkan kita tak punya juru bicara," jelasnya.
Menurut Fahri, ada hal penting dari itu semua bahwa bangsa Indonesia tak boleh hilang kesadaran dan larut dalam arus global yang semakin brutal.
"Itu catatan penting yang harus diingat seluruh rakyat Indonesia dalan menghadapi tantangan globalisasi," ujarnya mengingatkan.
Untuk itu, diperlukan solusi. Fahri menawarkan solusi yakni revolusi jalan budaya yang dibangun melalui inseminasi pemikiran mendasar tentang jati diri dan budaya bangsa.
Orasi budaya Fahri yang berjudul 'Revolusi Kebudayaan: Mensiasati Globalisasi dalam Perspektif Pembangunan Budaya Lokal' disuarakan dalam rangkaian acara peluncuran buku 'Perlawanan Budaya, Sudut Pandang Seorang Birokrat' karya mantan Wakil Gubernur NTB Badrul Munir.
[wah]