Berita

Ahok/Net

Politik

Kekalahan Ahok Karena Salah Rekrut Tim

SABTU, 22 APRIL 2017 | 19:06 WIB | LAPORAN:

Kekalahan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) lebih disebabkan merekrut tim sukses yang tidak mengerti sejarah Indonesia.

Menurut Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Salim Said, tim sukses pasangan nomor dua tersebut tidak mencermati sejarah panjang Indonesia, terlebih dalam menahan isu suku, agama, dan antar golongan (Sara). Padahal, di setiap perubahan sosial, isu Sara terhadap etnis tertentu lebih menonjol, bahkan etnis tertentu menjadi korbannya.

"Masalahnya kalau anda mau berpolitik menjadi pejabat publik, anda harus tahu sejarah Indonesia. Kalau anda menjadi pemimpin terpilih harus punya staf ahli yang tahu (sejarah) jangan pilih teman-teman saja, dia akan kasih info yang keliru. Itu persoalannya," jelas Salim dalam diskusi dengan topik 'Mengobati Luka Pilkada' di kawasan Menteng, Jakarta (Sabtu, 22/4).


Lebih lanjut, Salim menilai, staf Ahok juga tidak memahami para pemilih. Meski mayoritas penduduk Jakarta telah melek pendidikan namun tim tersebut tidak mengingatkan Ahok dalam memilih pernyataan untuk disampaikan ke publik.

Dia mencontohkan, sebelum Ahok, Jakarta pernah dipimpin oleh seorang gubernur non muslim yakni Hendrik Hermanus Joel Ngantung. Dalam kepemimpinannya tidak terjadi protes di Jakarta seperti yang dialami oleh Ahok. Menurutnya, Ahok seharusnya tidak perlu menyinggung Surat Al-Maidah yang membuat blunder untuk dirinya sendiri. Meski demikian, hal tersebut tidak akan terjadi jika Ahok memiliki staf yang memberikan batasan saat mengeluarkan pernyataan.

"Tapi Ahok menyebut itu karena enggak ngerti itu barang, bagi kita orang Islam. Dia polos saja karena dia tidak well advised. Mestinya seorang pelaku politik punya staf penasehat yang membuat garis, 'lu jangan omong ini, Lu jangan omong ini. Ini berbahaya, daerah ini penuh ranjau, you gampang meledak'," jelas Salim.

Di sisi lain, kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) bukan lantaran penganut muslim. Banyak juga non muslim yang mendukung pasangan tersebut. Sebut saja pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana, ahli ekonomi Kwik Kian Gie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibyo, dan lainnya.

"Maka tidak betul apa yang menang ini Islam. Memang banyak orang Islam karena ada kampanye tetapi yang memilih Sandi dan Anies tidak semuanya orang Islam," demikian Salim. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya