Berita

Eep Saefulloh Fatah/net

Politik

Pilkada Jakarta 2017, Alarm Paling Keras Untuk Para Elite Partai Politik

SABTU, 22 APRIL 2017 | 09:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

  Kerja pemenangan di DKI Jakarta butuh ketekunan dan penelitian yang sangat mikro. Siapa paling sigap dan paling mikro, maka kemungkinan mereka jadi pemenang dalam pertarungan Pilkada Jakarta.

"Rumus in berlaku karena Jakarta sangat dinamis," ujar Founder and CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu pagi (22/4).

Dia mengatakan, kesimpulan itu datang dari catatan sejarah Pilkada langsung di Jakarta. Yang terakhir adalah sejarah kemenangan Joko Widodo-Basuki Purnama (Jokowi-Ahok) yang mengalahkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang diusung koalisi parpol dengan kekuatan 83 persen di DPRD.


Ditegaskan Eep, kesimpulan dari semua survei adalah sama, yaitu pemilik partai tidak taat pada pemilih partai.

Contohnya, Partai Nasdem. Ternyata hanya 40 persen pemilih Nasdem di Jakarta yang memilih Basuki-Djarot di Pilkada 2017.

"Satu-satunya partai yang pemilihnya disiplin dengan angka 90 persen mendukung Basuki-Djarot adalah PDIP. Sisanya menumpuk di Anies-Sandi, tanpa kecuali," terangnya

Di mata Eep, fenomena ini harus dipahami sebagai alarm bahaya yang sangat keras buat para pengurus partai politik di zaman ketika political marketing tidak terhindarkan. Kalau partai-partai politik gagal memahami fenomena ini, mereka tidak akan punya tempat di Jakarta.

"PKB dan PPP dengan label dan warna tertentu, mereka mengusung Basuki-Djarot. Hukuman terbesar kepada mereka ternyata bukan dari Presiden yang minta mereka dukung Basuki-Djarot. Vonis terberat kepada mereka adalah dari pemilih mereka sendiri. Lebih dari 70 persen pemilih mereka memilih pasangan yang tidak didukung partainya," ungkap Eep. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya