Tertundanya pemberangkatan sejumlah jamaah umroh First Travel beberapa waktu terakhir merupakan efek dari kerasnya persaingan bisnis umroh di dalam negeri.
Direktur Utama First Travel Andika Surachman menjelaskan bahwa penundaan keberangkatan jamaah umroh karena adanya sejumlah pelaku yang tergabung dalam empat asosiasi melakukan pemboikotan terhadap pengurusan visa dan paspor Jamaah Umroh First Travel, termasuk kasus yang berhubungan dengan pemutusan kontrak First Travel dengan pihak maskapai penerbangan Tanah Air.
"Kondisi inilah yang menjadi penyebab terganggunya jadwal dan keberangkatan Jamaah Umroh Firts Travel ke tanah suci," katanya di Jakarta.
Menurut dia, upaya tersebut merupakan wujud pendzaliman, karena sangat merugikan jamaah. Dia mengingatkan, program promo yang ditawarkan First Travel adalah upaya membantu jamaah untuk melaksanakan perjalanan suci ke Tanah Haram.
"Jadi bukan sekadar tur wisata untuk bersenang-senang kami masih terus berupaya menyelesaikan semua persoalan agar Jamaah bisa berangkat umroh dengan lancar dan tenang," terang Andika.
Menurut Andika, dirinya beserta jajarannya sudah dipanggil Kemenag pada Selasa (18/4) siang lalu dan diterima oleh Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis untuk memberikan klarifikasi dan menjelaskan duduk permasalahan sebenarnya. Berkaitan dengan masalah tersebut, First Travel pun tengah berusaha menyelesaikan segala problem yang berkenaan dengan penundaan pemberangkatan umroh 2017.
Salah satu solusi yang sempat ditawarkan First Travel adalah dengan mencarter pesawat SA (Saudi Arabia) yang dapat menjamin visa.
Konsekuensinya, ada biaya tambahan dari Jamaah karena harga tiket pada bulan Rajab dan Ramadhan selalu lebih tinggi daripada waktu biasa.
Saat ini, First Travel juga kembali mendata ulang seluruh Jamaah yang sudah mendapatkan First Travelar program promo dan masih tertunda keberangkatannya dengan memprioritaskan pendataan First Travelar terdepan.
"Kami mohon para jamaah tetap sabar dan tenang, serta mendoakan penyelesaian terbaik untuk keberangkatan ibadah suci yang sudah ditunggu-tunggu," pintanya.
Tak urung kondisi tersebut mengundang komentar para jamaah First Travel. Salah satu jamaah Umroh Promo First Travel, Anwar berharap persaingan bisnis jangan menyusahkan konsumen.
"Sebaiknya persaingan dilakukan dengan cara sehat, bukan pemboikotan seperti ini karena Jamaah yang dirugikan kitakan mau menjalankan ibadah Umroh," terangnya.
[zul]