Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin Diminta Bersiap Pimpin Perlawanan Umat

JUMAT, 21 APRIL 2017 | 02:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah seperti tidak habisnya membela Ahok dalam kasus penistaan agama. Pemerintah bahkan acuh melihat penolakan masyarakat kepada Ahok yang semakin massif.

Semua aspek kehidupan seperti dipertaruhkan pemerintah demi gubernur DKI Jakarta itu.

"Setelah habis-habisan kemarin ikut bergandengan tangan bersama Ahok menghadapi kompetisi politik di Pilgub DKI, hari ini pada persidangan dengan terdakwa Ahok sebagai penista agama, JPU cuma menuntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun buat Ahok," ujar politisi muda Parta Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangannya, Kamis (20/4).


Menurutnya, semua alat bukti, saksi pelapor, dan saksi ahli yang selama ini menegaskan bahwa tindakan Ahok merupakan penistaan agama, seakan tidak ada artinya bagi jaksa dalam menimbang tuntutan. Dalam hal ini, Doli menilai bahwa pemerintah telah mempermainkan hukum secara terstruktur.

"Dan ini pelecehan bagi umat Islam dan keadilan hukum di Indonesia. Padahal umat Islam sudah cukup sabar membiarkan Ahok mendapatkan perlakuan khusus, dengan tidak juga kunjung ditahan layaknya pelaku penistaan agama lain sebelumnya," sambung koordinator KA KB HMI itu.

Lebih lanjut, Doli menegaskan bahwa kasus penistaan agama adalah masalah yang terpisah dari Pilgub DKI. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk melindungi Ahok.

Terlebih, kasus ini adalah persoalan pembelaan umat Islam yang marah karena kitab suci, ulama, dan agamanya dilecehkan.

"Untuk itu saya mengimbau agar kita semua merapatkan barisan, melawan kedzhaliman hukum ini," ujarnya

Ketua PB Alwashliyah ini juga menagih janji Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin untuk memimpin pergerakan umat jika Ahok dibebaskan. Ia meminta mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu untuk segera mengumpulkan umat.

"Khusus kepada Pak Din Syamsuddin yang pernah mengutarakan akan memimpin langsung perlawanan apabila Ahok bebas, segeralah kumpulkan kami untuk konsolidasi," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya