Berita

Dunia

Dubes Korut di Jakarta Ajukan Syarat Perdamaian dengan Korsel

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 21:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bulan Mei mendatang Republik Korea akan menggelar pemilihan presiden. Sejauh ini ada lima calon presiden dari lima partai politik yang bertarung di bursa pilpres.

Kelimanya adalah Moon Jae-in dari Partai Demokrat, Ahn Cheol-soo dari Partai Rakyat, Hong Joon-pyo dari Partai Kemerdekaan Korea, Yoo Seong-min dari Partai Bareun, dan Shim Sang-jung dari Partai Keadilan.

Santer dibicarakan bahwa dari kelima capres itu, Moon Jae-in memiliki peluang paling besar memenangkan pilpres.


Partai Demokrat Korsel sendiri disebut-sebut memiliki orientasi progresif dan cenderung pro pada sosialisme. Analis memperkirakan, bila Partai Demokrat yang memenangkan pilpres, bukan tidak mungkin hubungan Korea Selatan dan Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara akan lebih baik, seperti di era KIm Dae-jung dan Roh Moo-hyun.

Namun menurut Dutabesar Korea Utara di Jakarta, An Kwang Il, kalaupun Moon Jae-in dan Partai Demokrat memenangkan pemilihan presiden, belum tentu hubungan kedua negara akan semakin baik.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kedubes Korea Utara di Jalan Teluk Betung, Jakata, Kamis pagi (20/4), Dubes An mengatakan, ada syarat mutlak apabila kedua Korea ingin memiliki hubungan yang lebih baik, bahkan bersatu.

“Kalau siapapun yang memenangkan pemilihan presiden di Korea Selatan dapat menghormati kepentingan nasional bangsa Korea, maka kita bisa mencari jalan keluar dari kebuntuan,” ujar Dubes An.

Dubes An mengakui, masalah utama yang dihadapi negaranya dalam menjalin dialog dengan Korea Selatan adalah perubahan politik di Korea Selatan.

“Di sana, kalau pemerintahan berubah, kebijakannya pun berubah. Itu yang membuat dialog kedua negara jadi sulit dilakukan,” ujar Dubes An lagi yang dalam jumpa pers didampingi Sekjen perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa.

Dubes An yang bertugas di Jakarta sejak akhir 2015 mengatakan, dirinya tidak tertarik membahas siapa yang akan menang dalam pilpres di Korea Selatan.

“Pemerintahan Korea Selatan harus mengedepankan kepentingan bangsa Korea. Selagi mereka memperjuangkan kepentingan negara lain, kepentingan Amerika Serikat, maka situasi di Semenanjung Korea akan terus memanas,” demikian Dubes An. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya