Berita

Net

Bisnis

Larangan Ekspor CPO Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 19:56 WIB | LAPORAN:

Ekspor Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu andalan bagi pemasukan negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,6 persen di tahun 2018, seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Jokowi bahwa kurangnya penerimaan negara mempengaruhi dana alokasi umum ke daerah akan semakin parah akibat larangan ekpor CPO oleh negara-negara dalam Uni Eropa. Dengan demikian akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena minimnya dana alokasi umum.

"Jelas larangan ekpor CPO ke Uni Eropa yang dikeluarkan parlemen Uni Eropa lebih disebabkan buruknya kinerja kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan industri sawit. Dalam melawan kampanye hitam yang dilakukan LSM-LSM lokal dan luar negeri terhadap Industri sawit Indonesia," jelas Direktur Kajian Ekonomi Agroindustri Indonesia Development Monitoring (IDM) Ferdinand Situmorang kepada wartawna di Jakarta, Kamis (20/4).


Menurutnya, ketidakbecusan dan peyelewengan dana kampanye industri sawit Indonesia menyebabkan parlemen Uni Eropa menuduh industri sawit Indonesia telah membuat banyak kerusakan hutan, memperkerjakan anak-anak, serta marak pratik korupsi dalam pengadaan lahan. Pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini dikampanyekan banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) baik lokal maupun dari luar negeri bisa ditelan bulat-bulat oleh parlemen Uni Eropa dan diamandemenkan untuk melarang masuknya CPO asal Indonesia

"Sangat jelas larangan ekspor CPO oleh Uni Eropa sebagai bentuk kinerja buruk menteri kehutanan dan lingkungan hidup yang gagal melakukan sosialisasi dan pendataan. Bahwa area kebun sawit tidak masuk kategori hutan tapi masuk area pengunaan lain yang sudah tidak masuk area hutan lindung atau kawasan budidaya kehutanan," beber Ferdinand.

Karena itu, dia meminta Presiden Jokowi tidak menganggap enteng kebijakan larangan ekspor CPO oleh Uni Eropa. Karena akan berdampak buruk pada perekonomian daerah-daerah yang memiliki perkebunan sawit. Selain juga bisa membuat harga tandan buah segar (TBS) sawit tambah anjlok dan menyebabkan petani sawit dan pelaku ekonomi sekitar perkebunan menurun pendapatanya

"Harus ada evaluasi khusus kepada menteri kehutanan dan lingkungan hidup akibat larangan ekspor ini. Dan evaluasi terhadap dana-dana BPDP yang katanya digunakan untuk promosi produk sawit Indonesia," tegas Ferdinand. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya