Berita

Ahok/Net

Politik

Setahun Terakhir

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 18:56 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PASCA melihat nestapa Kampung Akuarium, Pak Jaya Suprana minta saya datangi Rusun Rawa Bebek. Tempat korban gusuran direlokasi. Kata buzzer dan media bangkrut, Ahok memanusiakan warga di rusun ini.

Faktanya nggak begitu. Rusun masih baru. Mentereng. Tapi semua orang di sana dirundung kesedihan. Semuanya mengeluh. Mulai dari penyakit kulit, sanitasi buruk, air yang kotor, listrik mahal.

Tidak ada kehidupan di rusun itu. Panas. Gersang. Terik. Warga mengeluh kehilangan sumber nafka. Ahok relokasi mereka 25 kilometer dari tempat mereka mengais rezeki.


Kasus Sumber Waras masih panas. Ahok tuding mereka yang tolak relokasi sebagai "pengintai turap".

Aliansi Masyarakat Jakarta Utara bikin aksi unras di depan Balai Kota. Sekitar 500 orang ambil bagian. Ada penyusup. Spanduk "Ganyang Cina" tiba-tiba muncul di Menteng sewaktu demonstran bergerak menuju Gedung KPK.

Forum RT RW semakin keras lawan Ahok. Ratna Sarumpaet dan Lieus Sungkharisma dampingi warga Akuarium. Mereka bikin longmarch menuju istana. Tagih janji presiden.

Kedatangan Ahok mulai ditolak. Acara peresmian taman kerap diwarnai demonstrasi. Kulminasinya, Ahok dihujani batu di Penjaringan. Dua pelajar SMU PSKD ditangkap Polres Utara. Saya di lokasi menyaksikan aksi lempar batu itu. Polisi menembaki gas air mata. Sampai magrib bentrokan berlangsung.

Jakarta terus digenangi air. Setiap kali hujan, ada saja daerah kebanjiran. Klaim sukses Ahok atasi banjir runtuh. Kemacetan tetap jadi endemik ibu kota.

Anak buah Ahok bikin heboh. Bos PD Dharma Jaya mengeluarkan rencana Sholat Jumat dua shift. Rencana ini bikin marah umat Islam se-Indonesia.

Bursa bakal cagub dimulai. Ahok konsisten mau nyagub via jalur independent. Teman-temannya mengklaim sukses ngepul sejuta KTP, dibantu partai gurem PSI. Booth-booth KTP Ahok jadi bahan ledekan. Tiba-tiba Ahok nyatakan maju via parpol. Setnov jadi mentor utamanya. Grassroot PDIP nyatakan lawan Ahok.

Godmother PDIP merilis veto. Ahok jadi calon gubernur. Boy Sadikin mundur. Kader penjilat yang sebelumnya keras lawan Ahok mendadak jadi jurkamnya. Malah ada yang tiba-tiba jadi penyanyi. Bikin video klip konyol.

Nasib korban gusuran Pasar Ikan gak berubah. Mereka tidur di atas puing. Di dalam tenda-tenda donasi Pa Prabowo dari Gerindra. Media bikin heboh dengan berita rencana Ahok gusur Bukit Duri.

Kembali, Pak Jaya Suprana minta saya temui Sandyawan Sumardi di Sanggar Ciliwung Merdeka.

Di sana, saya baru tau bahwa sewaktu kampanye pilgub, Ahok (dan Joko) berulang kali janji ngga bakal gusur mereka. Malah, warga dijanjiin akan dibikinin sertifikat rumah. Ada video Joko ngomong begitu. Namun alas, pasca Ahok berkuasa, Bukit Duri digusur.

Oktober 2016, Ahok bikin heboh dengan pidato di Pulau Seribu. Aksi Bela Islam digelar. Berturut-turut sampai tiga kali. Polisi baru menjadikan Ahok tersangka menjelang Aksi Bela Islam III. Sebelas orang, termasuk Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Sri Bintang, Jendral Kivlan Zein ditangkap tanggal 2 Desember. Tuduhannya makar.

Ahok bikin marah satu republik saat dia menolak cuti. Alasannya macem-macem. Mulai dari El Nina sampe seolah-olah pengen dinilai sebagai pekerja yang rajin.

Akhirnya, gugatan ngga cuti ditolak MK. Ahok terpaksa blusukan. Ditolak di mana-mana. Statusnya sebagai tersangka penoda agama tapi tetep bisa nyagub bikin marah banyak orang. Saat kampanye, Ahok mendadak jadi baik. Janji (lagi) nggak akan gusur warga di Pasar Minggu.

Putaran pertama pilgub, Ahok sabet 40 persen. ASA di urutan kedua. Agus-Silvi masuk kotak. Bikin kaget. Besaran budget, kecurangan dan Iwan Bopeng nggak sanggup menangkan Ahok satu putaran.

Salah satu kunci sukses timses Ahok adalah nakut-nakutin emak-emak non majelis taklim. Mereka bilang, Ahok kalah KJP hilang.

Hasil pilgub putaran pertama bikin masyarakat kian meradang. Gerakan spontan tolak menyolatkan jenazah ahoker merebak. Spanduk-spanduk dipasang. Swadaya masyarakat. Stiker KJP Plus dicetak. Semua mujahid bertekad tumbangkan Ahok.

PDIP mendatangkan semua kader daerah, anggota DPRD dan kepala daerah datang ke Jakarta. Mereka bertugas menangkan Ahok Jarot. Hotel-hotel mewah disewa. Skandal korupsi e-KTP merebak. Nama "Basuki" masuk daftar. Video SARA Ahok Jarot dirilis. Spanduk Ganyang Cina muncul di tengah scene para pemuda berpeci hitam. Publik marah lagi. Ustad Aa Gym protes. Video Ahok dirasa mendeskreditkan Umat Islam sebagai pengganyang cina.

Badai sembako ditabur di detik-detik akhir. Setelah segala macam fitnah dan black campaign terhadap Anies Sandi gagal total. Sebuah mobil diledakan di dekat acara tausiyah Habib Rizieq. Mereka bahkan tetap operasi guyur sembako di masa tenang. Bagi mereka, aturan dan etika sudah tidak berlaku.

Dan akhirnya, Ahok Jarot kalah telak. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak).


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya