Berita

Foto/Net

Politik

Petisi Adili Steven Hadisurya Diserahkan Ke Bareskrim

SELASA, 18 APRIL 2017 | 05:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Desakan agar pelaku penghinaan rasial terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Steven Hadisurya Sulistyo diproses hukum terus mengalir.

Pada Senin (17/4), sejumlah aktivis lintas organisasi kemasyarakat (ormas) mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri untuk mendesak Steven ditangkap.

"Kami mendesak Kapolri Tito Karnavian dan jajarannya di Bareskrim menjalankan peraturan hukum yang berlaku dengan segera menangkap dan memproses hukum saudara Steven sekarang juga," kata Ketua bidang Pendidikan dan SDM PP GPII Sukarya Putra dalam keterangan tertulisnya.


Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan DPP Federasi Pekerja Mandiri (FPM) memimpin desakan ini. Mereka bahkan membentangkan spanduk Petisi Adili Steven Hadisurya Sulistyo pelaku rasis pada Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dan rakyat Indonesia, di loby kantor Bareskrim.

Petisi kemudian ditandatangani masing-masing perwakilan organisasi yang hadir seperti GPII, DPP Federasi Pekerja Mandiri pimpinan Jenderal Joko Santoso, Pemuda Muslimin Indonesia, DPP Al Irsyad, JMNU, Laskar Pribumi NTB, DPW Arun Bangka Belitung, PP Bakomobin, GMPRI, Gemasaba NTB, Paguyuban Paskasarjana Bima Dompu Jakarta, LBH Pemberdayaan Masyarakat, dan Gema Pelom.

Petisi yang telah dipenuhi pembubuhan tanda tangan itu kemudian diserahkan kepada perwakilan Bareskrim Mabes Polri.

"Ujaran yang disampaikan Saudara Steven bukan lagi delik aduan penghinaan person to person pasal 310-318 KUHP, tapi lebih pada tindakan kriminal yang melukai persatuan dan kesatuan, menistakan pilar kebangsaan Bhineka Tunggal Ika," kata Putra.

Menurutnya, tindakan Steven melanggar Pasal 16 jo pasal 4 huruf b ayat 2 dan UU Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkas Putra. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya