Berita

Foto/Net

Politik

Politik Uang Tindakan Primitif Dalam Demokrasi Modern

SELASA, 18 APRIL 2017 | 05:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Jelang hari pencoblosan putaran dua Pilgub DKI, publik dipertontonkan dengan informasi kegiatan bazar, pasar murah sembako, pembagian kursi roda, serta pembagian uang atau bentuk iming-iming lainnya yang dilakukan secara masif dan sistematis.

Kegiatan semacam ini merupakan bentuk lain dari tindakan money politik dengan bertujuan mengiring seseorang untuk mencoblos kandidat tertentu.

Begitu kata Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Transformasi (Pusaran) Indonesia Muzakkir Djabir kepada redaksi, Selasa (18/4).


Dijelaskan Muzakkir bahwa demokrasi modern sejatinya menuntut dan menuntun nalar sehat untuk berkontestasi secara fair, dengan mengedepankan program-program yang dianggap relevan dan dapat menjadi solusi atas problematika yang dihadapi oleh masyarakat atau daerah tertentu.

"Aksi money politik merupakan tindakan primitif dalam demokrasi modern dan hanya dilakukan oleh pihak yang kehilangan akal sehat dan nalar berdemokrasi," ujarnya.

Praktik politik uang, lanjutnya, juga merupakan pembajakan terhadap demokrasi yang merusak tatanan dan pilar demokrasi sehat.

Untuk itu, Pusaran Indonesia mendesak kepada KPU DKI Jakarta untuk memastikan pemilihan terselenggara secara transparan, jujur, bebas, dari intervensi. Termasuk, memastikan pemilik suara dapat menggunakan hak pilihnya.

"Kami juga mendesak Bawaslu DKI Jakarta untuk secara intens mengawasi proses pemilihan, khususnya di masa tenang sampai pada proses perhitungan suara, serta memberikan sanksi tegas pada kandidat yang melakukan pelanggaran," pungkasnya..

Sementara kepada civil society, Muzakkir mengimbau untuk terus memantau dan memastikan bahwa proses demokrasi DKI berjalan sehat.

"Sehingga konsolidasi demokrasi di Indonesia juga berjalan dengan baik dan semakin berkualitas," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya