Berita

Dunia

Suriah: Kami Tidak Gunakan Senjata Kimia Terhadap Teroris Atau Kepada Rakyat Kami

Rusia Mewanti-wanti AS
SABTU, 15 APRIL 2017 | 08:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rusia dan Iran mengecam serangan rudal Amerika Serikat ke Suriah pekan lalu. Mereka mewanti-wanti AS bahwa tindakan semacam itu akan membahayakan keamanan global.

AS menyerang Suriah setelah serangan senjata kimia terjadi di kota yang dikuasai pemberontak, Khan Sheikhoun di provinsi Idlib. Serangan itu menewaskan sedikitnya 87 orang dan separuhnya adalah anak-anak.

Rusia menyebut zat beracun yang membunuh para warga sipil dilepaskan dari senjata kimia milik pemberontak. Rusia juga mendorong sebuah penyelidikan internasional untuk mengusutnya. Sedangkan pihak Suriah menekankan bahwa pemerintah dan militernya mengharamkan penggunaan senjata kimia, apalagi yang menargetkan rakyatnya sendiri.


Kecaman terhadap AS disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, saat menjamu dua koleganya dari Iran dan Suriah di Moskow, pada Jumat (14/4) waktu setempat. Pembicaraan dalam pertemuan trilateral itu memfokuskan pada isu perang sipil Suriah.

Lavrov menegaskan, serangan AS ke negara Suriah akan memiliki konsekuensi serius tidak hanya untuk keamanan regional, tetapi global.

"Kami telah menegaskan posisi kami dan bersatu menyatakan bahwa serangan itu adalah tindakan agresi, yang terang-terangan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB," kata Lavrov.

"Kami menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghormati kedaulatan Suriah dan menahan diri dari tindakan yang mirip dengan apa yang terjadi pada tanggal 7 April, dan yang memiliki konsekuensi serius tidak hanya untuk keamanan regional, tapi juga global," imbuhnya, dikutip dari Aljazeera.

Lavrov juga menegaskan bahwa Rusia bersama Iran dan Suriah tidak akan membiarkan proses perdamaian di Suriah terganggu oleh agresi AS.

Tiga negara itu menyerukan dua penyelidikan internasional. Pertama, penyelidikan independen terkait serangan kimia yang terjadi 4 April lalu, dan investigasi terhadap serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, mempersilakan para penyelidik internasional untuk mengunjungi pangkalan udara mereka, yang diklaim Washington sebagai penyokong serangan senjata kimia.

"Pemerintah Suriah berulang kali mengatakan tidak memiliki senjata kimia. Semuanya sydag disita pada tahun 2014. Apa yang terjadi di Khan Sheikhoun adalah pabrikasi dan angkatan udara Suriah tidak menargetkan siapa pun dengan senjata kimia," tegas Muallem.

"Kami tidak menggunakan mereka terhadap kelompok teroris atau kepada orang-orang kami sendiri. Kami mengutuk penggunaan senjata kimia," kata Muallem. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ribuan Lender Masih Terombang-ambing di Tengah Proses Hukum DSI

Senin, 26 Januari 2026 | 07:57

Gubernur Minnesota Tantang Trump Usai Agen Imigrasi Tembak Mati Perawat ICU

Senin, 26 Januari 2026 | 07:38

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Senin, 26 Januari 2026 | 07:21

Gempur Transaksi Judol, OJK Wajibkan Bank Gunakan Teknologi Pelacakan Dini

Senin, 26 Januari 2026 | 07:06

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

Senin, 26 Januari 2026 | 06:50

Rahasia Ribosom

Senin, 26 Januari 2026 | 06:18

Dua Warga Hilang saat Longsor di Pemalang

Senin, 26 Januari 2026 | 06:02

Ahmad Khozinudin Tutup Pintu Damai dengan Jokowi

Senin, 26 Januari 2026 | 05:40

Banjir di Pulau Jawa Bukan cuma Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 26 Januari 2026 | 05:10

Akhirnya RI Bisa Satu Meja dengan Israel dalam BoP for Gaza

Senin, 26 Januari 2026 | 05:05

Selengkapnya