Berita

Net

Hukum

Terdakwa Irman Bahas Pembagian Fee Dalam Rapat Bareng PNRI

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 19:40 WIB | LAPORAN:

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman rapat koordinasi tim teknis dengan konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Dalam rapat yang berlangsung Juli 2011 itu, terdakwa Irman menyampaikan mengenai fee terkait proyek pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) kepada para peserta. Irman menjanjikan akan ada fee dari proyek setelah panitia mengumumkan pemenang lelang.

Suara terdakwa Irman yang membicarakan fee menjadi pertanyaan jaksa terhadap saksi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni Arief Sartono, Gembong Satrio Wibowo. Keduanya diketahui merupakan peserta rapat koordinasi tim teknis dengan konsorsium PNRI.


Dalam kesaksiannya, Arief mengaku lupa soal pertemuan itu. Dirinya juga tidak mengingat apakah terdakwa Irman dan terdakwa Sugiharto ikut hadir dalam rapat, terlebih mengenai fee yang bakal diberikan setelah ada pemenang lelang.

Senada dengan Arief, Gembong Satrio juga mengaku tidak mengingat lagi mengenai fee yang dijanjikan Irman, begitu juga dengan Tri. Meski demikian, Gembong Satrio mengakui bahwa kedua terdakwa hadir dalam rapat tersebut.

"(Irman) hadir karena memberikan pemahaman bahwa konsorsium harus serius. (Yang beri paparan) biasanya yang bisa memberikan pemahaman itu tingkatan direktur/dirjen agar konsorsium serius. Kan dengan nadanya untuk segera mulai, serius," jelas Gembong Satrio di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/4).

"Soal fee saya tidak ingat," sambungnya.

Sekedar mengingatkan, rapat berlangsung di Ruang Rapat Administrasi Penduduk Kementerian Dalam Negeri pada 28 Juni 2011. Dalam notulen, rapat dihadiri oleh terdakawa Irman, pejabat eselon II dan III, Drajat Wisnu Setiawan, Husni Fahmi, Tri Sampurno, Gembong Satrio, Arief Sartono, Kristian, Salius, Ihsan, serta konsorsium PNRI. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya