Berita

Hukum

Tri Sampurno: Saya Dipaksa Terima Amplop Berisi Rp 2 Juta

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Anggota tim teknis proyek E-KTP, Tri Sampurno, mengklaim pernah dipaksa menerima uang sebesar Rp 2 juta oleh Dedi Priyanto, kakak dari pengusaha pemenang tender proyek, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Pemberian uang oleh Dedi bermula saat dirinya diundang Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) untuk melihat demonstrasi sistem E-KTP yang mereka kembangkan. Saat itu ia hadir bersama ketua tim teknis, Husni Fahmi.

"Kami datang menjelang sore, demo berlangsung sampai cukup malam, sampai sekitar pukul 21.00 WIB-22.00 WIB," kata Tri saat bersaksi untuk dua terdakwa kasus korupsi E-KTP, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/4).


Pada saat demo berlangsung, kakak beradik saudara dari Andi Narogong, Dedi Priyono dan Vidi Gunawan, diakui tidak berada di tempat. Tri hanya melihat Kurniawan, Dudi Susanto, dan Yohannes Marliem yang termasuk dalam Tim Fatmawati. Kawasan Fatmawati Jakarta Selatan adalah lokasi di mana Andi Narogong memiliki kantor.

Pada malam hari usai menyaksikan demo, Tri ditawari oleh rekannya untuk menumpang mobil yang dikendarai Dedi dan adik Andi Narogong, Vidi Gunawan. Padahal, Tri tinggal di Bogor. Sementara Dedi dan Vidi tinggal di Cibubur.

"Terus terang, ya mungkin kondisi ketika itu sudah malam, jadi saya ikut menumpang," ungkapnya.

Di dalam mobil itu ternyata tidak hanya mereka bertiga, namun ada satu orang lagi yang ia tidak kenal. Awalnya, Dedi menawarkan Tri untuk diantar ke Cibubur. Namun, ia menolak tawaran tersebut.

Tri memilih turun di McDonald Cibubur. Namun, saat turun, Tri dipaksa menerima sebuah amplop berisi uang yang disebut untuk 'ongkos taksi'.

"Awalnya saya tidak mau, tapi dipaksa. Akhirnya saya terima dan turun di McDonald Cibubur. Waktu itu saya buka di dalam taksi, jumlahnya Rp 2 juta," jelasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya