Berita

Hukum

Anggota Tim Teknis E-KTP Beberkan Isi Pertemuan Di Ruko Fatmawati

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 15:31 WIB | LAPORAN:

Anggota tim teknis proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Tri Sampurno membeberkan sejumlah pertemuan di ruko Fatmawati.

Dalam pertemuan di ruko Fatmawati, Tri mengaku sempat beberapa kali bertemu dengan Dedi Priyono, kakak dari pengusaha pemenang tender E-KTP Andi Narogong.

"Pertemuan di ruko Fatmawati itu ada Pak Dedi Priyono, tapi kalau Andi Agustinus tidak pernah lihat," kata Tri saat bersaksi di persidangan dua terdakwa kasus korupsi E- KTP, Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/4).


Ia menuturkan, pertemuan tersebut bermula dari undangan konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) yang disampaikan oleh staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Husni Fahmi. Ia bersama tiga orang staf BPPT lainnya lantas memenuhi undangan tersebut.

Tri yang juga staf BPPT bagian perekayasa madya bidang komunikasi mengatakan, pada pertemuan tersebut dirinya belum menjadi anggota tim teknis proyek E-KTP.

Pihak PNRI sendiri menyampaikan keinginan kerja sama untuk mengembangkan sistem e-KTP. PNRI juga usul dibentuk kelompok kerja.

Masih dalam pertemuan tersebut, Tri mengaku juga bertemu dengan sejumlah pengusaha yang menjadi bagian konsorsium PNRI. Ia bahkan sempat dititipi sebuah laptop dari Setyo Suhartanto, pegawai salah satu perusahaan yang bergabung dalam konsorsium PNRI.

"Laptop itu diserahkan kepada staf BPPT untuk pengerjaan proyek E-KTP," jelas Tri.

Ia pun menjelaskan soal pengalaman uji petik mulai dari teknologi KTP elektronik hingga proses perekaman data penduduk. Namun, usai beberapa pertemuan, ia menilai rapat di ruko Fatmawati tak layak diteruskan, dan berpotensi menimbulkan masalah bagi BPPT.

"PNRI ini kan pihak swasta yang berencana ikut lelang pekerjaan proyek E-KTP dari Kemendagri. Apalagi, selama pertemuan tidak ada produk atau sistem yang dihasilkan," terangnya.

Tri kemudian mengkomunikasikan hal tersebut kepada Husni dan meminta untuk tidak melanjutkan pertemuan dengan PNRI di ruko Fatmawati. Husni setuju.

Tidak lama setelahnya, ia diundang ke sebuah pertemuan di kantor PNRI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Undangan tersebut, kata dia, lantaran PNRI ingin menunjukkan demo sistem e-KTP yang tengah dikembangkan.

"Saya memenuhi undangan bersama Pak Husni. Di sana baru saya bertemu dengan Pak Andi," tandasnya.

Dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, tim Fatmawati terdiri dari sejumlah pengusaha yang melakukan pertemuan di ruko Fatmawati milik Andi Narogong. Anggota tim Fatmawati antara lain Jimmy Iskandar, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, dan Kurniawan.

Tim Fatmawati ini disebut sebagai pihak yang mengusulkan perancangan proyek hingga pembahasan anggaran untuk pengerjaan proyek e-KTP. Andi Narogong menggaji masing-masing anggota tim Fatmawati sebesar Rp 5 juta per bulan selama setahun, sehingga total dana yang dikucurkan Andi untuk tim Fatmawati mencapai Rp 480 juta.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya