Berita

Hukum

Setya Novanto Pasrah Dicekal KPK

SELASA, 11 APRIL 2017 | 13:01 WIB | LAPORAN:

. Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku baru mengetahui informasi tentang pencekalan terhadap dirinya oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham atas permintaan penyidik KPK.

"Masalah pencegahan di luar negeri saya baru tahu tadi," katanya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).

Novanto dicekal karena diduga terkait dengan kasus korupsi pengadaan e-KTP yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Dalam kasus ini status mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR itu adalah sebagai saksi.


Dimintai tanggapannya soal pencekalan tersebut, Novanto nampaknya sudah pasrah.

"Saya menghargai dan tentu apapun yang diputuskan saya sangat memberikan dukungan atas proses hukum yang berlaku di Indonesia. Saya siap kapanpun diundang atau dipanggil KPK karena ini proses hukum yang harus saya patuhi. Saya setiap saat selalu siap diundang," ujarnya.

"Selalu kita siap meskipun secara MD3 proses undangan ini harus melalui proses izin Presiden. Tapi saya selalu dalam undangan saya selalu datang tanpa proses yang ada. Saya sebagai warga negara yang harus mematuhi masalah hukum dan saya harapkan ini bisa secara tuntas bisa selesaidengan sebaik baiknya. Dan saya akan dengan sabar untuk bisa melakukan apa yang saya ketahui apa yang saya dengar dan apa yang saya lakukan," pungkas Novanto, ketum Partai Golkar ini.

Dalam surat dakwaan terhadap dua terdakwa, Irman dan Sugiharto, Novanto disebut telah menerima uang haram korupsi e-KTP sebesar 11 persen dari nilai proyek.

Pantauan wartawan, Setya Novanto tidak hadir di Rapat Paripurna DPR, gedung Nusantara II, padahal dia ada di Komplek Parlemen, Jakarta. Kabarnya, Novanto ada di ruang kerjanya, gedung Nusantara III. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya