Berita

Hukum

KPK Cegah Istri Siri Andi Narogong, Bukan Novanto

SENIN, 10 APRIL 2017 | 20:17 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya telah melempar dua nama saksi untuk dicegah ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Mereka adalah Inayah dan pihak swasta bernama Raden Gede. Inayah adalah istri siri dari tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong,

Jurubicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, dua orang itu dicegah ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Pencegahan ini untuk kepentingan penyidikan kasus korupsi pengadaan E-KTP untuk tersangka Andi Narogong.


"KPK sudah mengirimkan dua permintaan pencegahan untuk dua orang saksi terhitung untuk sejak 6 April 2017, selama enam bulan ke depan, yaitu Inayah dan Raden Gede. Dua orang ini adalah pihak swasta," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/4).

Febri menambahkan, salah satu saksi tersebut merupakan pemilik rumah yang digeledah KPK pada Jumat (31/3). Dalam pengeledahan itu, KPK menyita buku tabungan Andi dan dua unit mobil mewah. Belakangan diketahui rumah di jalan Tebet Timur Raya itu milik Inayah.

"Pencegahan dilakukan sebagai tindaklanjut dari penggeledahan yang kami lakukan minggu lalu di dua rumah di Tebet, Jakarta Selatan," tutup Febri.

Keterangan dari jubir KPK ini membantah kabar beredar sejak tadi pagi yang menyebut Ketua DPR RI, Setya Novanto, dicegah bepergian ke luar negeri atas permintaan KPK.

Nama Novanto menjadi bulan-bulanan setelah jaksa penuntut umum KPK membacakan surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Dalam surat dakwan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu, Novanto disebut sebagai pihak yang turut bersama-sama dengan kedua terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek pengadaan E-KTP sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dalam surat dakwaan itu juga tercatat, Novanto ikut kebagian uang dari proyek pengadaan E-KTP sebesar 11 persen atau sejumlah Rp 547.200 miliar. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya