Berita

Hukum

Uang Rp 1 Miliar Dibungkus Amplop Dibawa Ke Pejabat Bakamla

SENIN, 10 APRIL 2017 | 18:41 WIB | LAPORAN:

Sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaaan alat monitoring satelit membuktikan aliran dana ke pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Salah satunya mengalir ke Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo. Hal itu terungkap saat pegawai PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Danang Sriradyo Hutomo, bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Fahmi Dharmawansyah, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/4).

Sebelumnya, Fahmi Dharmawansyah didakwa menyuap pejabat Bakamla, Eko Susilo Hadi, agar pihaknya dapat menggaet proyek itu. Suap diberikan melalui anak buahnya, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.


Dalam kesaksiannya, Danang mengakui ada pemberian uang kepada Bambang Udoyo. Bahkan Danang pernah ikut saat uang diantarkan ke Bambang Udoyo.

"Pernah (diajak membawa uang ke Bakamla). Ke yang namanya Bambang, dia sebagai PPK. Dana diantar seminggu sebelum OTT, diantar ke Bakamla, ke ruang Bambang Udoyo. Sekitar Rp 1 miliar. Saya cuma diajak, saya yang antar karena sudah kenal Bambang," ungkap Danang.

Dalam dakwaan, selain Bambang,  ada nama Novel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla yang disebut menerima uang Rp 1 miliar dari suami Inneke Koesherawati tersebut.

Dalam persidangan terungkap bahwa uang dibungkus di dalam amplop dan berbentuk satuan valuta asing.

Sementara itu, penasihat hukum Hardy Stefanus, Saut Rajagukguk, menegaskan bahwa KPK tak boleh menyeret keterlibatan sejumlah pihak tanpa ada bukti jelas. Apalagi penyebutan itu hanya berdasar pengakuan.

"Jangan seolah-olah orang ini menerima uang, asas praduga tak bersalah itu harus ada. Jangan sampai hanya menduga-duga. Cari dong buktinya," ungkap Saut.

Menurutnya lagi, KPK harus profesional dalam mengusut kasus ini. Harus ada bukti kuat agar perkara tak hanya membuat gaduh karena penyebutan sejumlah nama yang kecipratan uang.

"Jangan sampai kasus ini seksi karena menduga-duga. Ada barang bukti, kita bicara. Kalau memang ada uang Rp 54 miliar (uang suap), tunjukkan dong. Selama sidang saya belum pernah lihat bukti itu, selama ini hanya menduga-menduga. Sekarang saya tantang KPK hadirkan uang itu kalau memang ada," ujar Saut. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya