Para calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta mulai bermunculan, meski hingga kini belum dibuka pendaftarannya.
Koordinator Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta (MPOJ), M Syaiful Jihad menyambut positif munculnya para calon ketum KONI DKI baik yang sudah terang-terangan mendeklarasikan diri, maupun masih malu-malu menunggu waktu yang tepat.
"Beberapa nama sudah men-declare sebagai calon Ketum KONI DKI, sementara ada yang masih malu-malu kucing. Perlu kejelian dalam memberikan dukungan pencalonan," kata Syaiful dalam keterangannya.
Di antara calon yang sudah menyatakan diri maju yakni mantan Kadisorda DKI yang pernah menjadi Sekretaris Umum dan Ketua Harian KONI DKI, Yudi Suyoto dan Sekretaris Umum KONI DKI saat ini Alex Asmasubrata.
Syaiful menambahkan, informasi yang diterimanya, beberapa nama digadang-gadang juga akan maju dalam pencalonan ketum KONI DKI yakni Ketum FORKI (Karate) yang juga Pembina KONI DKI, Dodi R Amar; Ketum POSSI (Selam) Ali Mochtar Ngabalin; Ketua Harian KONI DKI Ahmad Budi P; dan Ketum Perpani (panahan), Didi O Affandi. Sementara, Ketum KONI DKI petahana, Raja Sapta Ervian secara resmi menyatakan tidak akan maju lagi.
"Para bakal calon Ketum KONI DKI akan berebut surat dukungan dari para pemilik suara setidaknya 25 suara, seperti putusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DKI, 18 Maret lalu," jelas Syaiful.
Menurutnya, persyaratan ini bukan hal yang mudah mengingat dari 63 anggota KONI DKI atau pemilik suara diperkirakan hanya sekitar 53 yang berhak memberikan dukungan. Beberapa anggota terdapat masalah internal kepengurusan, belum melaporkan hasil musprov, dan anggota yang telah habis masa kepengurusan. Ini belum termasuk anggota yang tidak memberikan dukungan pencalonan Ketum KONI DKI.
"Alhasil, bakal calon ketum KONI DKI maksimal ada dua atau mungkin malah calon tunggal. Pahitnya bisa jadi tidak ada calon yang memenuhi persyaratan," kata Syaiful.
Hal ini perlu diantisipasi oleh Tim Penjaringan Ketum KONI DKI, sehingga nanti Musoprov XI KONI DKI tidak terjadi
deadlock. Selain pemilihan ketum yang sekaligus bertindak sebagai ketua Formatur untuk menyusun kepengurusan KONI DKI Jakarta periode 2017 - 2021, Musoprov setidaknya akan membahas rancangan program kerja pembinaan olahraga prestasi dan laporan pertanggungjawaban pengurus.
[wid]