Berita

Politik

Pagelaran Wayang PDI Perjuangan Dengan Lakon Dewa Ruci Jadi Inspirasi Perjuangan

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 00:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan menggelar pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono. Sabtu malam (8/4). Pagelaran wayang ini adalah bagian dari peringatan HUT PDI Perjuangan ke-44 dengan tema "PDI Perjuangan rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya."

Selain itu, pegelaran wayang ini juga sebagai cara menyambut hajatan politik PDI Perjuangan yang kini bersama partai koalisi sedang berjuang memenangkan pasangan Basuki-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Ki Enthus pun tampil memukau ribuan masyarakat di Kelurahan Kebagusan dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini

Dengan lakon Dewa Ruci ini, pagelaran wayang ini dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Putri Proklamator RI Sukmawati Soekarnoputri, Lurah, RT dan RT se-Kebagusan dan Lenteng Agung/ Hasto Kristiyanto mengatakan, PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya sangat penting karena dalam Pilkada DKI Jakarta ini banyak yang mau mengingkari prinsip dasar kekuatan bangsa Indonesia.


"Dengan prinsip kebangsaan inilah Indonesia dibangun untuk semua warga negara tanpa menbedakan status sosial, jenis kelamain, suku, ras, agama. Makanya PDI-P tidak pernah membedakan-bedakan sesama masyarakat Indonesia," imbuh Hasto.

Ia juga mengatakan bahwa sumpah pemuda yang menegaskan Indonesia yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan. Namun ini justru menghadapi cobaan, karena ada orang yang mencoba mengingkari dan mencoba memecah belah bangsa Indonesia.

"Maka melalui wayang ini kita ingat kembali persatuan bangsa. Juga belajar bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan Sunan Kalijogo memakai wayang sebagai sarana menyebatkan agama Islam. Ada dimensi ketuhanan dan memperhatikan dimensi sosial. Melalui wayang kita melihat tatanan kehidupan melawan keankaramurkaan dilakukan," tegas Hasto.

Sementara itu, Sukmawati Soekarnoputri mengatakan, HUT PDI-P ke-44 menjadi petanda bagaimana berjuang untuk kejayaan bangsa dan rakyat Indonesia tidak boleh berhenti. Revolusi belum selesai karena banyak yang harus diperbaiki.

"Saya pesan kepada anak-anak dan semua masyarakat Indonesia, tolong lestarikan wayang sebagai budaya asli Indonesia dan jangan sampai pupus. Harus ada kader yang meneruskan seni budaya asli Indonesia ini," jelas Sukmawati.

Ia juga mengingatkan tak boleh ada yang melarang budaya wayang karena ini peninggalan bumi pertiwi Indonesia. Ilmu wayang yang tak mudah dan harus kita teruskan selama-lamanya.

Pada kesempatan sama, Ki Enthus sebekum memulai pentas mengatakan bahwa ia diminta DPP PKB untuk mensukseskan Basuki-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Tak ada larangan dalam agama Islam untuk wayang. Bahkan sebaliknya wayang adalah sarana untuk dakwah.

"Para ulama dan kiai NU menegaskan bahwa wayang adalah sarana dakwah Islam," ujar Ki Enthus.

Bupati Tegal ini juga mengatakan bahwa calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ibarat kotak sudah ada isinya. "Kalau calon yang lain masih kosong dan kalau kotak kosong masih banyak bunyinya dan banyak omong padahal belum ada isinya. Tapi beda pilihan jangan merusak persatuan," tegas Ki Enthus.

Dalam pagelarannya, Ki Enhus menggambarkan bagaimana perjuangan Bima mencari air kehidupan seperti halnya perjuangan Basuki-Djarot dalam membenahi DKI Jakarta yang begitu banyak tantangan dan rintangan. Namun, Bima dan juga oleh Ki Enthus digambarkan dalam sosok Basuki-Djarot tetap terus melangkah menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya