Berita

Net

Hukum

Proses Hukum Dan Pilkada Jangan Dicampur Aduk

SABTU, 08 APRIL 2017 | 21:36 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menyatakan seharusnya proses hukum tidak dicampuradukkan dengan proses pilkada. Agar pelaksanaan pilkada dapat diselenggarakan dengan tenang.

"Sebaiknya ke depan proses hukum jangan dicampur aduk dengan proses pilkada atau pemilu. Misalnya nanti orang saling jegal dengan menggunakan hukum," ujarnya usai diskusi 'Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila dan Negara Agama' di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (8/4).
 
Menurut Jimly, praktik tersebut terjadi selama ini, sehingga proses hukum dan proses politik harus dipisahkan selama tahapan pilkada. Sejak awal, dia mengaku telah mengingatkan untuk memisahkan kedua proses tersebut. Tanpa bermaksud untuk melakukan intervensi proses hukum.


"Saya sudah ingatkan proses hukum dan politik jangan dicampuradukkan, tetapi orang marah-marah, ini proses hukum tidak boleh diintervensi. Itu kan orang tidak mengerti masalah," jelasnya.

Jimly yang juga guru besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Indonesia memastikan bahwa hukum dibuat agar masyarakat hidup secara demokratis dan beradab. Bukan digunakan untuk memancing emosi. Selain itu, penegakan hukum harus dipakai sebagai instrumen pendidikan bagi publik. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya