Berita

Rizal Ramli/net

Hukum

Rizal Ramli: Korupsi e-KTP Kasus Paling Aneh, Sistem Sudah Rusak Berat

SABTU, 08 APRIL 2017 | 16:44 WIB | LAPORAN:

Korupsi pengadaan e-KTP merupakan kasus yang memalukan dan mengejutkan untuk bangsa Indonesia. Bukan hanya tokoh-tokoh besar yang diduga terlibat didalamnya, namun angka kerugian negara yang mencapai Rp 2,3 triliun menurut Rizal menjadi kasus yang luar biasa.

Demikian disampaikan mantan menteri koordinator bidang kemaritiman Rizal Ramli melalui pernyataannya kepada wartawan, Sabtu (8/4).

"40 persen dari total nilai proyek ini diduga di korupsi. Kasus e-KTP ini menunjukkan prosedur pengadaan proyek kenegaraan rentan disusupi kepentingan banyak orang, bahkan dari berbagai partai politik yang saling berbeda garis dan kepentingan politiknya," tegas Rizal Ramli.


Hingga akhirnya mantan menteri koordinator bidang perekonomian era presiden Abddurrahman Wahid (Gusdur) itu menegaskan jika korupsi e-KTP merupakan kasus paling aneh untuk ukuran negara-negara yang memakai sistem demokrasi seperti di Indonesia. Di banyak negara, ia menjelaskan, partai-partai yang melakukan korupsi biasanya adalah partai berkuasa atau pemerintah yang sedang berkuasa.

"Karena merekalah yang memerintah, punya akses terhadap proyek dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi. Di kita, dalam kasus E-KTP ini, politisi dari partai yang tidak pro pemerintah atau oposisi, juga ikut diduga terlibat kasus ini. Aneh," kata Rizal yang pernah menjabat sebagai kepala Bulog itu.

Rizal menduga, semua tangan telah masuk beramai-ramai dalam pusaran korupsi ini dan nyaris tidak tahu bagaimana membenahinya. Ini kata Rizal merupakan akibat dari pelibatan infrastuktur politik, tokoh partai dan pejabat pemerintah.

"Ini namanya sudah system failure. Sistemnya sudah rusak berat," kata Rizal Ramli.

Atas dasar itu Menteri Keuangan pada masa Gusdur itu berharap, pemerintah Joko Widodo dan semua pihak harus menjadikan momentum pembenahan total yang kemudian disebut Rizal sebagai total crackdown dengan pola game changer.

"Kalau sistem sudah failure, perlu melakukan total crackdown. A game changer harus dilakukan untuk mengubah karakter elit yang korup. Lewat kasus ini, Presiden Jokowi bisa mengambil langkah-langkah bersejarah demi perbaikan demokrasi dan terutama sistem kepartaian kita," saran Rizal Ramli.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya