Berita

Hanta Yudha/net

Politik

Parpolisasi Di DPD RI Makin Mencemaskan

SABTU, 08 APRIL 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Fenomena parpolisasi di Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) makin mencemaskan. Apalagi sekarang di saat Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang, menjabat juga sebagai ketua umum partai.

Parpolisasi merusak hakikat awal pembentukan DPD sebagai wadah memperjuangkan kepentingan daerah.

Demikian dikatakan Direktur Poltracking, Hanta Yudha, dalam diskusi "DPD, Kok Gitu?" di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/4).


"Jadi DPD itu sebenarnya arena memperjuangkan kepentingan daerah, bukan DPR yang isinya memperjuangkan visi misi gagasan partai," jelasnya.

Dia mengatakan, perebutan jabatan pimpinan membuat lembaga itu hampir tidak bisa diharapkan lagi. Di tengah kisruh itu tidak ada kekuatan yang mau bergerak menyelamatkan sistem ketatanegaraan.

"Bekerjanya sistem demokrasi harus berbasis pada sistem hukum. Tapi ini sistem politik, jadi kalau bicara hukum tak akan pernah selesai," ucapnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama, pemerhati parlemen dari Forum Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan, DPD mengalami kerusakan karena hukum tidak ditaati lagi. Kepastian hukum dikaburkan oleh kepentingan politik. Lucius malah merasa DPD dilahirkan untuk selalu dipertanyakan, karena tidak pernah ada jawaban jelas yang muncul dari lembaga itu.

Banyak pertanyaan soal fungsi dan kinerja DPD bertambah runyam ketika kepentingan politik yang sempit mulai menguasai DPD.

Untuk sekarang saja, dari data yang dimiliki Lucius tercatat hampir 70 orang kader partai politik menjabat angggota DPD RI. Padahal, idealnya, tempat kader parpol adalah di DPR RI. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ribuan Lender Masih Terombang-ambing di Tengah Proses Hukum DSI

Senin, 26 Januari 2026 | 07:57

Gubernur Minnesota Tantang Trump Usai Agen Imigrasi Tembak Mati Perawat ICU

Senin, 26 Januari 2026 | 07:38

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Senin, 26 Januari 2026 | 07:21

Gempur Transaksi Judol, OJK Wajibkan Bank Gunakan Teknologi Pelacakan Dini

Senin, 26 Januari 2026 | 07:06

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

Senin, 26 Januari 2026 | 06:50

Rahasia Ribosom

Senin, 26 Januari 2026 | 06:18

Dua Warga Hilang saat Longsor di Pemalang

Senin, 26 Januari 2026 | 06:02

Ahmad Khozinudin Tutup Pintu Damai dengan Jokowi

Senin, 26 Januari 2026 | 05:40

Banjir di Pulau Jawa Bukan cuma Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 26 Januari 2026 | 05:10

Akhirnya RI Bisa Satu Meja dengan Israel dalam BoP for Gaza

Senin, 26 Januari 2026 | 05:05

Selengkapnya