Berita

Nusantara

Silaturrahmi Tak Boleh Putus Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada

SABTU, 08 APRIL 2017 | 10:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

KBP. Perempuan dan kaum ibu merupakan pusat madrasah ilmu. Di tangan kaum ibu lah, generasi berikutnya menimba ilmu untuk kali pertama.

"Bahkan, jika ibu-ibu ingin disayang suami harus punya ilmu. Yakni ilmu banyak senyum di hadapan suami," kata Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Ustadz H. Muhammad Nova Andika, saat menyampaikan ceramah dalam acara ngaj kebangsaan di hadapan ibu-ibu Majelis Taklim Musholla Nurjannah, Johar Baru Jakarta Pusat (Jumat, 7/4).

Acara Ngaji Kebangsaan ini dilaksanakan oleh PP Bamusi, yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan. Hadir dalam pengajian ini ratusan orang.


Ilmu, menurut Nova, sangat penting dan bermanfaat dalam menjalankan kehidupan, termasuk kehidupan sosial dan politik. Termasuk dalam hal Pilkada DKI Jakarta, maka pemilih juga harus memiliki ilmu sehingga menjadi pemilih yang cerdas.

Di antara tanda pemilih cerdas, sambung Nova, adalah dengan memilih pemimpin yang sudah terbukti. Warga Jakarta tak boleh tergiur hanya dengan janji belaka, apalgi janji tersebut sangat tidak masuk akal dan tidak realistis.

Ia menekankan bahwa Pilkada Jakarta harus menjadi sarana silaturrahmi, dan bukan ajang untuk menebar kebencian.

"Jangan sampai terbawa pengaruh saling ancam dan tidak bertegur sapa terhadap tetangga. Pilkada jangan putuskan silaturrahmi. Dalam hadits Nabi SAW disebutkan bahwa tidak akan masuk surga bagi yang memutus silaturahmi," demikian Nova. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya