Berita

Rieke Diah Pitaloka/net

Politik

Rieke: Kenapa BPK Tak Cantumkan Hasil Audit Pelindo?

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Panitia Angket Khusus (Pansus) Pelindo II di DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mempertanyakan keberadaan hasil audit atas Pelindo II dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II tahun 2016.

"Tentu menjadi pertanyaan besar jika BPK tidak mencantumkan laporan hasil audit investigasi JICT dan Pelindo II dalam ikhtisar hasil pemeriksaan semester II," jelas Rieke saat pidato penyerahan IHPS II tahun 2016 oleh Ketua BPK di Rapat Paripurna, di Senayan, Jakarta, Jumat (7/4).

Seperti diketahui, menindaklanjuti Surat Pimpinan DPR RI nomor PW/17373/DPR RI/XI/2015 tanggal 16 November 2015 perihal "Pemeriksaan Lanjutan Pelindo II", BPK membentuk tim audit investigasi perpanjangan kontrak JICT dan kasus global bond serta pelabuhan Kalibaru Pelindo II yang dipimpin oleh Eddy Mulyadi Soepardi.


Pansus Pelindo II meminta untuk diadakan audit investigasi lanjutan, diantaranya mengungkapkan penyimpangan yang terjadi dalam perpanjangan JICT termasuk kerugian negara dan pihak-pihak yang terlibat. Kemudian mengungkap penyimpangan pembangunan pelabuhan Kalibaru baik dalam proses perencanaan maupun pembangunan serta pembiayaannya.

Selain itu, BPK juga didorong untuk mengevaluasi kelayakan global bond dan potensi resiko default yang memiliki potensi terhadap kerugian negara.

Memang dalam IHPS II BPK terdapat hal siginifikan dalam hasil audit terkait pengelolaan rantai suplai dan operasional BUMN, diantaranya pengadaan pipa proyek Bitung-Cimanggis dan Duri-Dumai senilai 21,85 juta dolar AS serta pembangunan SPBG Batam senilai 18,57 juta dolar AS. Namun, Rieke mempertanyakan sama sekali tidak mencantumkan hasil tentang Pelindo II.

"Terutama kasus perpanjangan JICT," kata Rieke. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya