Berita

Hukum

Azis: Jangan Jadikan Profesi Hakim Agung Sebagai Mata Pencarian

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR Azis Syamsudin mengingatkan kepada para calon Hakim Agung untuk tidak menjadikan profesi Hakim Agung sebagai ladang mencari keuntungan semata.

"Jangan Hakim Agung dijadikan sebagai mata pencaharian. Kami di DPR akan mengawal proses seleksi hakim agung," kata Azis dalam diskusi di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Kamis, (6/4).

Saat ini Panitia Seleksi yang terdiri dari Komisi Yudisial dan perwakilan elemen lain tengah menjaring nama-nama yang mendaftarkan diri sebagai Hakim Agung.


Kemudian Pansel akan menyetorkan nama-nama tersebut ke Komisi III DPR, lalu dimasukkan ke dalam Badan Musyawarah (Bamus) yang terdiri dari pimpinan fraksi-fraksi dan pimpinan komisi di DPR.

Komisi III akan melakukan fit and proper tes calon Hakim Agung sebelum disetorkan ke paripurna untuk disahkan.

"Disamping rapat dengar pendapat umum, kita juga undang tokoh-tokog masyarakat, alim ulama, tokoh akademisi untuk diminta pandangannya atas nama-nama yang disetorkan Pansel," papar Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Masukan dari perwakilan masyarakat dirasa Azis sangat sangat penting. Karena Hakim Agung tugasnya sangat berat sebagai benteng terakhir peradilan di Indonesia. Sebelum akhirnya Komisi III mengambil suara one man one vote untuk menyeleksi nama-nama calon Hakim Agung.

"Kita saling mengisi, mengecek kembali hasil seleksi Pansel. Mungkin di Pansel ada yang terlewatkan, tapi DPR tahu. Atau di DPR miss, elemen masyarakat yang tahu. Tapi intinya kita melakukan fit and proper test, mengecek kembali," demikian Azis. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya